Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Infus cuma Ditempelkan

ke Tubuh Novanto

JAKARTA (Realita) - Infus yang dipasang di tubuh Setya Novanto saat dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau ternyata infus untuk anak-anak.

Bimanesh dalam persidangan, Kamis (8/3/2018).

Hal ini terungkap dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa KPK Takdir Sutan dalam sidang kasus merintangi penyidikan dengan terdakwa Bimanesh Sutarjohari ini.

Dalam dakwaan Jaksa Takdir Sutan menyebut dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo memerintahkan kepada perawat Indri Astuti untuk memasang infus ke Setya Novanto. Namun jarum yang digunakan Indri itu merupakan jarum kecil ukuran 24 yang biasa digunakan untuk anak-anak.

"Jarum itu hanya sekadar ditempel saja, pura-pura dipasang infus," ujar Takdir dalam dakwaan yang dibacanya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Kamis, 8 Maret 2018.

Ia melanjutkan, tindakan pemalsuan lain yang didakwakan kepada Bimanesh, yakni dengan membuat surat diagnosa yang menyebut Setya mengalami diabetes melitus, vertigo, dan hipertensi sehingga perlu dirawat inap di Instalasi Gawat Darurat RSPH, Jakarta Barat. Padahal, Bimanesh sebelumnya belum pernah memeriksa kondisi Setya atau mendapatkan surat rujukan dari RS Premier Jatinegara, tempat Setya sebelumnya dirawat.

Akibat hal itu, jaksa KPK mendakwa Bimanesh Sutarjo dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi yang diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Ancaman hukumannya empat sampai dua belas tahun penjara," ujar Takdir.

Menanggapi dakwaan itu, pengacara Bimanesh, Wirawan Adnan, membantahnya. Menurut dia, sikap yang dilakukan oleh Bimanesh saat menangani Setya Novanto, merupakan kesalahan prosedur atau melanggar disiplin kedokteran saja. Tidak ada maksud menghalang-halangi penyelidikan.

Terkait pemasangan jarum infus, perban di kepala Setya Novanto, dan pemesanan kamar VIP sehari sebelum terjadi kecelakaan, menurut Wirawan, dilakukan oleh perawat dan Alia. Tidak ada perintah dari Bimanesh untuk melakukan hal itu.

"Bimanesh cuma menjalankan tugas profesinya untuk memeriksa kliennya yang mengalami hipertensi berat," kata dia.emo

 

Berita Hukum Lainnya