Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Jaksa AF Didakwa Terima Suap Rp 1,

5 Miliar

SURABAYA (Realita) - Setelah sempat tertunda pada Selasa lalu (13/12/2016), akhirnya sidang perdana kasus dugaan suap sebesar Rp 1,5 miliar dari kasus penyelewengan dalam pemberian hak atas tanah pada BPN Kabupaten Sumenep yang menyeret nama Ahmad Fauzi (AF), oknum Jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya, Raya Juanda, Selasa (20/12/2016). Selain terdakwa Ahmad Fauzi, sidang kasus dugaan suap atau gratifikasi terhadap Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kejaksaan ini juga menyidangkan terdakwa Abdul Manaf (berkas terpisah).

AF menjalani sidang perdananya, Selasa (20/12).

DiKetuai Majelis Hakim Wiwin Arodawanti, sidang mengagendakan pembacaan nota dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya. Dalam dakwaannya, Jaksa Jolfis Sambow mengatakan, karena kuatir dijadikan sebagai tersangka, terdakwa Abdul Manaf meminta bantuan mantan Kepala Desa (Kades) Kancongan, Sumenep untuk dicarikan solusinya. Selanjutnya mantan Kades itu menyambungkan permintaan Abdul Manaf ke Jaksa Ahmad Fauzi. Pada saat pemeriksaan ketiga kalinya sebagai saksi, lanjut Jolfis, Abdul Manaf meminta terdakwa Ahmad Fauzi membantunya agar tidak menjadi tersangka. Permintaan tersebut dijawab terdakwa Ahmad Fauzi dengan kata “Diusahakan”. Selanjutnya, terdakwa meminta Abdul Manaf menyediakan uang sebesar Rp 2 miliar. Namun, Abdul Manaf mengiyakan dengan memberikan uang sebesar Rp 1,5 miliar. “Setelah disepakati nominal uang sebesar Rp 1,5 miliar, Abdul Manaf kemudian menuju tempat kos terdakwa dengan membawa kardus berisi uang. Selanjutnya terdakwa Ahmad Fauzi kembali ke Kantor Kejati Jatim dan menyatakan bahwa pemeriksaan Abdul Manaf akan dijadwalkan kembali,” kata Jaksa Jolfis, Selasa (20/12). Sambung Jolfis, setelah mendengar informasi adanya dugaan suap, tim Intelijen Kejaksaan memeriksa terdakwa Ahmad Fauzi dan didapati barang bukti uang Rp 1,5 miliar. Sebagai penyidik, masih kata Jolfis, seharusnya terdakwa menangani perkara dengan baik dan profesional. Apalagi terdakwa merupakan PNS pada Kejati Jatim. “Perbuatan terdakwa diatur dalam Pasal 12 huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Pasal 5 ayat (2) Jo Pasal 5 (1) huruf a UU RI No 31 Tahun 1999 tentang pemerantasan Tipikor dan Pasal 11 UU RI No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor,” tegas Jolfis dalam surat dakwaannya. Usai membacakan dakwaan, Hakim Wiwin menanyakan kepada terdakwa apakah mengajukan eksepsi atas dakwaan dari Jaksa. Seketika itu juga Ahmad Fauzi berkoordinasi dengan tim penasihat hukum dan menyatakan tidak akan mengajukan eksepsi atau keberatan. “Saya tidak mengajukan eksepsi,” singkat Ahmad Fauzi seraya disambung ketukan palu Majelis Hakim yang mendandakan berakhirnya persidangan.ali

 

Berita Hukum Lainnya