Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Jaringan Sabu Antar Lapas,

Plin-Plan saat Memberi Keterangan

SURABAYA (Realita) - Achmad Mustaqim Toufiq (30), terdakwa kasus peredaran narkoba jaringan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), menjalani sidang dengan agenda keterangan saksi, di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (13/3/2018).

Terdakwa Achmad Mustaqim Toufiq saat menjalani sidang di PN Surabaya.

Pada sidang yang digelar ruang Garuda ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis dari Kejaksaan Negeri Surabaya, menghadirkan saksi penangkap dari kepolisian. Yakni saksi Heru Prasetyo dan Rizjy Wardhana.

Dihadapan majelis hakim, kedua saksi menjelaskan, terdakwa ditangkap setelah pihaknya terlebih dahulu melakukan penangkapan terhadap anak buah alias kurir terdakwa.

"Sebelumnya kami melakukan penangkapan terhadap kurirnya, dari keterangan kurirnya. Kami lakukan penangkapan terhadap terdakwa yang saat itu sedang menggunakan sabu di lantai II rumahnya." terang saksi Rizky saat memberikan keterangan dalam sidang.

Lebih lanjut, saksi Rizky menerangkan. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti 3 poket sabu, timbangan, plastik klip kosong, alat hisap (bong) dan 4 buah korek yang dijadikan kompor. "Barang bukti itu kami amankan di rumahnya, dan timbangan itu buat memecah barang sebelum diedarkan,"kata saksi Rizky.

Sementara saksi Heru Prsetyo Wardhana menjelaskan, saat dilakukan intrograsi terdakwa mengatakan sabu tersebut didapatkan dari Oon alias Pesek, yang saat ini mendekam di Lapas kelas I, Surabaya di Porong Sidoarjo. "Terdakwa saat melakukan transaksi jual beli dengan Oon, melalui kurirnya. Dengan cara diranjau, seharga Rp 600 ribu," lanjutnya.

Atas keterangan saksi, terdakwa mengakui dan sama sekali tidak menyangkal saat ditanya oleh ketua majelis hakim Pujo. "Iya pak, benar," ungkap terdakwa.

Namun, anehnya saat dimintai keterangan oleh JPU Darwis. Terdakwa malah menyangkal perihal kepemilikan barang bukti timbangan elektric. "Timbangan itu bukan milik saya, saya cuma pinjam buat menimbang, mas,"sanggah saksi.

Ketika ditanya seberapa sering dirinya mengedarkan sabu, terdakwa kembali mengelak, dan menyatakan dia tidak pernah menjadi pengedar. Dan mengaku hanya sebagai pengguna. Keterangan terdakwa itu sontak, membuat JPU dan hakim sempat menghardiknya.

"Saudara terdakwa. Kamu tadi mengakui semua keterangan dua saksi dari kepolisian. Dan sama sekali tidak ada satupun yang disanggah, sekarang saudara malah membantah. Mana yang benar?," tanya Jaksa Darwis.

Mendapat pertanyaan tersebut. Pria warga Jl Semampir Utara, Medokan, Surabaya. Yang kesehariannya sebagai Gojek online ini hanya diam. "Ya udah itu hak saudara, namun kami sudah mempunyai catatan atas keterangan saudara sendiri dalam sidang ini,"timpal hakim Pujo.

Perlu diketahui, terdakwa dibekuk anggota Satreskoba Polrestabes Surabaya, Sabtu (4/11/2017) saat mengkonsumsi sabu di rumahnya yang mana sebelumnya terlebih dahulu mengamankan anak buahnya (kurir).

Atas perbuatannya, Jaksa penuntut Umum (JPU) menjerat terdakwa dengan Pasal 114 ayat (1)  UU RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotikan dengan ancaman pidana selama 20 tahun penjara.ys

 

Berita Hukum Lainnya