Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Jual Teman Melalui Aplikasi Say-Hi,

Gadis 19 Tahun Ditangkap

SURABAYA (Realita) - Indri hanya bisa menunduk sepanjang dirinya diperlihatkan di depan awak media.

Di balik topengnya, Indri menceritakan bagaimana dia melacurkan temannya sendiri.

Suaranya pun lirih, saat menjawab sejumlah pertanyaan yang dilontarkan polisi. Di balik topeng putih yang dipakainya, gadis 19 tahun asal Tanjungkalang, Kecamatan Ngrogot, Kabupaten Nganjuk ini menceritakan prakteknya selama ini. Ya, Indri memang ditangkap, setelah dia terbukti menjual temannya sendiri di Surabaya.

Meski dengan terbatah, Indri pelan-pelan mulai menuturkan soal petualangannya menggunakan aplikasi Say-Hi. Sebab dalam aplikasi inilah, tepatnya 3 bulan terakhir, dia mulai menawarkan teman sekampungnya berinisial PO, yang juga masih berusia 19 tahun.

Bermodal foto diri PO, Indri mulai mencari pria hidung belang yang ingin melampiaskan nafsunya dengan 'meniduri' PO. Ternyata, foto PO cukup menggiurkan banyak lelaki. Sebab kata Indri, banyak pria yang penasaran dan kemudian nge-chatt dia di WA ataupun BBM. Banyaknya pria yang penasaran dengan tubuh PO, membuat Indri memasang tarif, yang bisa dikatakan lumayan mahal.

Bayangkan saja. Sekali kencan, tubuh PO dibandrol oleh Indri seharga Rp 1,5 Juta. Padahal, PO adalah gadis desa, yang masih satu kecamatan dengan Indri. "Selama tiga bulan saya ikuti chat di aplikasi itu (Say-Hi), baru 4 kali saya mendapat pelanggan. Setiap transaksi, saya mendapat bagian Rp 150-250 ribu saja," aku Indri saat di Mapolrestabes Surabaya.

Namun, praktek prostitusi online yang dijalankan Indri akhirnya terendus polisi. Adalah Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya yang berhasil melacak praktek tersebut. Setelah sebulan dipantau, Selasa (27/12/2016) malam kemarin, Indri akhirnya ditangkap saat mengantarkan PO untuk melayani pelanggan di Hotel POP, Jalan Diponegoro,  Surabaya.

"Selain tersangka (Indri) dan korban (PO), kami juga menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 1,5 juta, selembar bill yang dikeluarkan pihak hotel dan sebuah HP sebagai alat transaksi," jelas Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Bina Gunawan Silitonga, Rabu (28/12/2016).

Shinto mengatakan, bahwa tersangka melakukan prakteknya itu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebab, tersangka dan korban memang keadaannya menganggur. Modusnya sendiri, masih kata Shinto. Ketika di aplikasi Say-Hi, tersangka mendapat pesanan, maka deal harga dilanjutkan ke WA atau BBM. Setelah deal, baru tersangka menentukan tempat kencan korban sesuai permintaan pelanggan.

Sementara itu, PO hanya bisa menangis tersedu saat temannya (Indri) dicecar pertanyaan oleh polisi. Gadis bertubuh montok ini bahkan memilih diam dan tidak menjawab pertanyaan sejumlah awak media yang saat itu ada di sana.

Mungkin PO tidak percaya bahwa Indri, temannya itu ditangkap dan bakal dihukum. Sebab, polisi akan menjerat Indri atas perkara mempermudah perbuatan cabul atau Pasal 2 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang PTPPO dan atau Pasal 296 KUHP.zain

 

Berita Gaya Hidup Lainnya