Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Kabur dari Sel Polsek Tambaksari,

Budi Kangen Istri Mudanya!

SURABAYA (Realita) - Budi Sasmito, salah satu tahanan Polsek Tambaksari yang kabur nampak menyesali perbuatannya saat di Mapolrestabes Surabaya usai diringkus lagi oleh polisi.

Tersangka Budi Sasmito (kiri), yang ditembak kedua kakinya oleh polisi, saat dikeler petugas di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (20/4/2017).

Dengan menahan sakit pada kedua betis kakinya usai ditembak polisi, pria 45 tahun tersebut akhirnya bercerita soal pelariannya.

"Begitu kabur, saya sempat 'nggandol' truk bersama Salman (belum tertangkap). Setelah itu, saya dan Salman turun di Jalan Ahmad Yani. Saya kemudian naik taksi ke Bungurasih, dan melanjutkan perjalanan ke Nganjuk untuk mengunjungi istri kedua saya (Tri Jatiningsih). Kalau Salman, saat itu bilang ke saya katanya mau lari ke Madura," terang pria berbadan gemuk itu.

Budi menjelaskan lebih lanjut, usai dirinya dari Nganjuk, dia kemudian melanjutkan persembunyiannya ke daerah Trawas. Saat di Trawas, dia belum merasa tenang. Pria asal Jalan Setro lll/21 Surabaya itu melanjutkan lagi perjalanan ke Tretes.

Sampai di sana, pikiran Budi juga belum pas. Budi selanjutnya pergi ke daerah Prigen, dan akhirnya kembali ke Surabaya. "Rencananya saya mau ke pulang ke rumah. Tapi pas lewat pasar Pucang saya ketahuan polisi. Saya terus lari dan kemudian ditembak ini," tuturnya.

Sementara Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga menyatakan jika pihaknya hingga saat ini masih berusaha memburu Salman. Shinto juga menjelaskan bahwa pihaknya sedikit kesulitan untuk mengetahui keberadaan Salman. Pasalnya, dia memalsukan identitas. "Kami memang masih menyelidiki asal usul dia. Memang dia memberikan alamat palsu saat pertama kali ditangkap," katanya, Kamis (20/4/2017).

Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1999 itu melanjutkan, berdasar pengakuan Budi dan Sohib, rupanya Salman juga punya andil besar terhadap kaburnya tahanan itu. Selain Ryan, Salman juga ikut meyakinkan teman-temannya agar mau melarikan diri. "Dia bilang bahwa ada peluang untuk membengkokkan besi penjara yang ada di atas kamar mandi," ungkap Shinto.

Sedangkan berdasar informasi dari seorang sumber internal kepolisian, Sohib mengakui bahwa dirinya diajak oleh Salman. Salman juga bercerita kepada Sohib dia memang sengaja memalsukan identitas. "Ngakunya agar keluarga tidak tahu bahwa dirinya masuk penjara. Dia tidak ingin keluarganya gaduh gara-gara tertangkap," beber sumber tersebut.

Hingga saat ini, polisi sendiri kembali memperingatkan kepada dua pelaku yang masih lolos agar menyerahkan diri. Dua tersangka yang berhasil ditangkap itu jadi bukti bahwa mereka tidak akan main-main memburu pelaku. "kami mengimbau kepada dua tersangka yang masih kabur agar secepatnya menyerahkan diri. Atau tidak, peluru bakal yang mengejar kalian," tandas AKBP Shinto.zain

Berikut identitas dua tahanan kabur yang belum tertangkap ;

1). Salman
Alamat : Kedundung, Sampang, Madura
Kasus : 363 KUHP (pencurian dengan pemberatan.
Status : BELUM TERTANGKAP

2). Saiful Hag
Alamat : Jalan Kedung Rukem 4 No.53, Surabaya.
Kasus : Narkoba
Status : BELUM TERTANGKAP.

 

Berita Kriminal Lainnya