Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
KaDaop Mangkir,

Ketua DPRD Kota Madiun Geram

MADIUN (Realita) - Ketua DPRD Kota Madiun, Istono naik pitam setelah mendengar Kepala Daop VII Madiun, Yosita Dachtar tidak hadir dalam hearing atau rapat Dengar Pendapat (RDP) yang rencananya digelar, Kamis (23/6/2016) hari ini.

Ketua DPRD Kota Madiun, Istono

Kemarahan Istono ini beralasan, pasalnya dewan sudah mengagendakan pertemuan yang membahas mengenai sengketa tarif sewa tanah negara antara warga Kota Madiun dengan PT KAI Daop VII Madiun. Apalagi, ternyata Yosita Dachtar sudah kali kedua mangkir dari panggilan dewan. “Kemarin kita mendapatkan surat dari PT KAI Daop VII bahwa tidak hadir. Sebenarnya DPRD telah memfasilitasi dan memediasi sesuai wilayah kami, ini yang kudua kalinya KaDaop tidak bisa hadir dengan alasan-alasan yang disampaikan. Ya tentunya kami kecewa lah, pekerjaan kita nggak hanya mengurus ini saja,”katanya, Kamis (23/6/2016). Politisi Partai Demokrat ini menyatakan, pemanggilan KaDaop, oleh tim 11 DPRD kurang mendapat respon baik dari pihak PT KAI. Berdasarkan surat pemberitahuan yang dilayangkan PT KAI tertanggal 22 Juni 2016, Yosita tidak menghadiri pemanggilan tim 11 kali kedua, karena melaksanakan Lori dalam rangka persiapan menghadapi masa angkutan lebaran 2016, sedangkan pemanggilan pertama tidak hadir dengan alasan cuti. Istono menjelaskan, ketidakhadiran Yosita membuat daftar panjang kegagalan penyelesaian sengketa sewa lahan oleh PT KAI terhadap Paguyuban Penghuni Rumah Negara (PPRN) dan Paguyuban Masyarakat Penyewa Tanah Negara (Mayapada Pinasti). Kendati demikian, Tim 11, saat ini masih berusaha menjembatani ratusan warga yang terancam kehilangan tempat tinggal untuk mencari solusi. Pasca lebaran, tim 11 DPRD Kota Madiun akan mengundang perkumpulan warga penghuni tanah negara untuk menyampaikan hasil RDP dengan PT KAI, yang selanjutnya hasil tersebut akan dikirim ke Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kemenhub agar segera ditindaklanjuti ke komisi VI DPR RI. “Mau nggak mau setelah lebaran, ya kita undang warga kami,”tandasnya. Sekedar untuk diketahui, puluhan warga yang mengatasnamakan Mayapada Pinasti mengaku kecewa dengan PT. KAI Daop VII Madiun karena dianggap semena-mena menaikkan harga sewa tanah. Jika harga sewa sebidang tanah sebelum tahun 2014 dipatok sekitar Rp. 300 ribu per tahun. Namun selama tahun 2015, warga diharuskan membayar sewa sebesar Rp. 3 juta per tahun. paw

 

Berita Nasional Lainnya