Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Kapal Minyak Meledak

170 Orang Tewas

SUDAN (Realita) - Sebuah kecelakaan ledakan kapal tanker pengangkut minyak terjadi di kawasan Sudan.

Ilustrasi ledakan kapal

Akibat kejadian ini, sebanyak 170 orang meninggal di lokasi kejadian. Kapal tanker tersebut disandarkan di dekat jalan raya di Maridi, negara bagian Western Equatoria, dan penduduk lokal memindahkan pipa bahan bakar ketika ledakan terjadi. Setidaknya 50 orang terluka dalam peristiwa itu dan penyebab kebakaran belum diketahui. Rumah sakit lokal kewalahan mengatasi para korban dan pejabat negara telah meminta bantuan kepada Palang Merah dan PBB. Kapal tanker tersebut bertolak dari ibukota Juba dan berjarak sekitar 250 km dari Maridi, ketika mengenai jalan raya dan terbalik. Seorang pejabat, Maradi Wilson Thomas Yanga, mengatakan kepada program BBC Focus on Africa, ketika pengemudi kapal berupaya mencari pertolongan ke kota terdekat, penduduk lokal naik ke tanker untuk mengambil angkutan bahan bakar. Pasokan kesehatan minim Yanga mengkonfirmasi jumlah korban tewas mencapai 176 orang, dan pejabat setempat khawatir banyak korban luka yang tidak diketahui karena mereka telah meninggalkan lokasi. Para dokter dan staf medis diterbangkan dari berbagai wilayah di negara tersebut untuk membantu keadaan darurat, tambah dia. Dokter setempat, Chandi Savior, mengatakan kepada Radio Tamazuj bahwa pasokan dasar alat kesehatan sangat sedikit, seperti oksigen dan obat penghilang rasa sakit. Sudan Selatan menjadi negara yang independen pada 2011, setelah terjadi kesepakatan damai dengan Sudan yang menghentikan perang sipil terlama di Afrika. Negara ini merupakan salah satu yang termiskin di Afrika, dan lebih dari 2,2 juta orang dipaksa untuk mengungsi dari rumah mereka karena konflik antara faksi pasukan pemerintah dan pemberontak.

 

Berita Lainnya