Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Manajer Marketing: Yudi Gunawan. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Kasus HIV/AIDS

di Papua Menurun

JAYAPURA (Realita)- Pejabat Balai Pencegahan dan Penanggulangan AIDS, TBC dan Malaria Provinsi Papua mengklaim kasus HIV/AIDS mengalami penurunan setiap tahun.

Ilustrasi hiv/aids.

Kepala Balai Penanggulangan dan Pengendalian AIDS, TBC dan Malaria Provinsi Papua dr. Beeri Wopari mengatakan, dari data yang ada di tahun 2018 penemuan kasus baru HIV-AIDS mulai berkurang atau ada penurunan kasus dari setiap tahunnya.

"Tahun ini rata-rata turun empat persen. Walaupun secara survailens memang makin tinggi karena merupakan penjumalahan komulatif dari tahun-tahun sebelumnya," kata Beeri, Sabtu (1/12/2018).

Penurunan ini, kata dia, didukung oleh akses layanan yang makin luas dengan peningkatan mutu layanan melalui kolaborasi kerja dengan sektor lain.

"Intinya adalah untuk kita perkuat pada upaya pencegahan penularan HIV dan tatalaksana pasien AIDS harus dipastikan para orqng dengan HIV/AID (ODHA) menerima layanan dukungan perawatan ARV," ujarnya.

Dia mengatakan, soal adanya sejumlah Dinas Kesehatan di kabupaten yang belum menyerahkan data kasus HIV/AIDS seperti Nduga, Intan Jaya dan beberapa kabupaten lainnya, sudah diingatkan disetiap Rapat Kerja Kesehatan Daerah, dimana setiap tahun data itu dipakai untuk perengkingan rapor kinerja kesehatan.

"Sebab kita di Papua faktor epidemologi sangat memungkinkan pasti ada kasus di daerah itu. Ini efek dari sistem kelola pemerintahan di kabupaten/kota yang dikelola dengan UU Otonomi Daerah Nomor 32 Tahun 2004," ujarnya.

Ia menambahkan, sedangkan di Papua menggunakan UU Otsus No. 21 Tahun 2001 sehingga Dinas Kesehatan Provinsi Papua agak kewalahan menegur masing-masing kabupaten.

"Jadi mau keras dengan pimpinan Dinkes kabupaten tapi semua kewenangan ada di bupati jadi itu kendalanya. Kalau semua kepala dinas kesehatan kita dari Provinsi yang angkat, pasti mudah koordinasi," timpal Kepala Dinas Kesehatan Papua, Aloysius Giyai.oke

 

Berita Gaya Hidup Lainnya