Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Manajer Marketing: Yudi Gunawan. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Kasus Kepsek SMPN 54,

Saksi: Sebelum UNBK, Ada Ketidak Sesuaian DNT

SURABAYA (Realita) - Sidang lanjutan peraka kebocoran UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) yang menyeret Kenny Erviaty Kepala Sekolah SMPN 54 Surabaya kembali digelar dengan agenda keterangan saksi di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (7/8/2018).

Di hadapan majelis hakim, empat saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusuf Akbar di antarannya; Ngateno petugas bagian sarana dan prasarana, Luluk selaku Wakil Kepala Sekolah sekaligus ketua kurikulum, Ahmad Bernardo Zamzami sebagai Humas dan Rahmadiaty sebagai guru kesiswaan memberikan keterangan secara bergantian.

Kenny Erviaty, Kepala Sekolah SMPN 54 Surabaya (mengenakan hijab hitam) bersama kedua rekanya berksa terpisah Teguh Kartono dan Imam Setiono

Luluk mengawali kesaksian di muka persidangan dengan mengatakan, saat agenda istighosah sebelum terlaksana UNBK diketahui ada ketidak sesuaian DNT (Daftar Nomor Tetap). 

"Di sela-sela istighosah, saat dilaporkan kepada Kenny didapat jawaban dari Teguh dan Imam bahwa DNT ini dari pusat Bu,"ucap saksi menirukan keduanya

Masih menurut nya, saat pelaksanaan UNBK ia bertugas di bawah kelas mengawasi kehadiran siswa.

"Dari pengawasan didapat informasi kalau siswanya kurang di salah satu ruang,"terangnya.

Hari keempat pelaksanaan UNBK secara tiba-tiba datang orang Diknas melakukan pemeriksaan.

"Dalam pemeriksaan ia diminta orang Diknas mengambil handphone Kenny yang diketahui memotret soal UNBK," kata saksi.

Saksi lainnya, Ahmad Bernardo Zamzami dalam keterangannya, ia hanya bertugas menjemput siswa yang tidak hadir UNBK.

"Cukup banyak siswa yang dijemput saat pelaksanaan UNBK, jadi ia tidak tahu persis permasalahan kebocoran UNBK," katanya.

Sementara Rahmadiaty mengatakan, sidak yang dilakukan orang Diknas berada di ruang bawah.

"Saya hanya mengetahui bahwa denah yang ditempel di pintu kelas tidak sama dengan DNT, selebihnya saya tidak mengetahui apa-apa,"ucapnya.

Lain halnya Ngateno, petugas bagian sarana dan prasarana ini memaparkan tugasnya sebagai penjaga agar tidak ada masalah kelistrikan.

"Sebelum UNBK dimulai, saya bersama Imam dan Teguh melakukan setting komputer," kata saksi.

Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa Keny Erviati adalah Kepala Sekolah SMPN 54 Surabaya yang bertugas mengelola dan mengupayakan pembelajaran berjalan lancar serta mengupayakan kualitas akademik dari siswa di SMPN 54 Surabaya. 

Terdakwa dikenai pasal 46 Ayat (2) Jo Pasal 30 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.ys

 

Berita Hukum Lainnya