Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Kedaulatan Pangan

Berbasis Agro Ekologi

LAMONGAN (Realita)-  Kritik terkait konsep ketahanan panan di Indonesia disampaikan dosen pada Program Agroteknologi Universitas Brawijaya Malang Gatot Mudjiono.

Gelar Teknologi Perlindungan Tanaman se Jawa Timur di Desa Besur Kecamatan Sekaran/Lamongan, Selasa (30/10).

Menurut dia, kedaulatan pangan lebih masuk akal untuk diterapkan di negeri agraris seperti Indonesia.

 Pernyataaan tersebut disampaikannya saat menjadi keynote speaker dalam Gelar Teknologi Perlindungan Tanaman se Jawa Timur di Desa Besur Kecamatan Sekaran/Lamongan, Selasa (30/10).  Menurut Gatot, konsep ketahanan pangan tidak mempunyai roh, sehingga seolah-olah menghalalkan segala cara. Karena itu jika ketahanan terganggu, maka solusinya impor pangan. Dengan Konsep ketahanan pangan juga menghalalkan penggunaan tanaman transgenik.

“Ketahanan panganini menyebabkan ketergantungan pada produsen benih dan pestisida yang luar biasa, “ katanya. Lanjut Dia kemudian menawarkan konsep kedaulatan pangan yang lebih masuk akal untuk negeri agraris seperti Indonesia. Lewat kedaulatan pangan, petani bisa mandiri. Sanggup memproduksi benih, pupuk dan pestisida sendiri.

“Kedaulatan pangan ini berbasis pada agro ekologi. Tidak berbeda jauh dengan Manajemen Tanaman Sehat (MTS) yang berkembang di Jawa Timur, “ terangnya. Melalui MTS, menurut dia, Jawa Timur sudah mendahului daerah lain dalam memulai konsep kedaulatan pangan.

MTS ini menurut Gatot paling khas pada aspek perencanaan dan menjadikan ketergantungan pada teknologi di nomor sekian. Perencanaan itu meliputi tiga aspek manajemen, yakni tanah, tanaman dan organisme pengganggu tanaman. Petani melalui MTS ini sudah merencanakan bersama - sama stakeholders pertanian seperti mantri pertanian, penyuluh lapangan dan pengendali organisme pengganggu tanaman (POPT) untuk musim tanam berikutnya, 1 bulan sebelum panen.

“Tujuan MTS ini untuk menghasilkan produk pertanian yang sustainable. Yakni kondisi dimana petani tidak perlu beli, tapi bisa jual. Karena mereka bisa memproduksi sendiri, mulai benih, hingga pestisidanya, “ jelasnya dalam acara yang dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Jatim Wachid Wahyudi tersebut.

Penerapan MTS ini dirasakan betul oleh petani padi di Desa Besur sehingga produksi mereka naik 100 persen.

Dari produktivitas sebelumnya yang hanya 4,3 ton perhektare karena sering terserang hama, dalam dua tahun ini menjadi 8,3 ton perhektare. Penerapan MTS itu sebagaimana disebutkan POPT Desa Besur Khamim Ashari berawal dari dorongan Bupati Fadeli usai melakukan panen padi sehat di Desa Tejoasri Kecamatan Laren 2017 silam. Kala itu Bupati Fadeli mendorong petani di daerah lain bisa mencontoh Tejoasri. Karena petani di tepi bengawan mati ini sudah meninggalkan penggunaan pupuk kimia serta menanam refugia yang menjadi media bagi musuh alami hama tanaman, sehingga produksinya selalu bagus.

“Kami menyadari petani itu perlu contoh nyata, agar mau beralih pada hal-hal baru yang baik seperti MTS ini. Karena itu, apa yang ada di Desa Besur ini akan diperluas, sehingga bisa menjadi contoh bagi petani lain, “ terang Fadeli saat di Desa Besur. Penerapan MTS di Desa Besur itu diantaranya meliputi pengolahan tanah, pembenahan kesuburan tanah dengan kompos, penanaman refugia serta penebaran kompos pada media semai. Kemudian melakukan seleksi benih, dan aplikasi agens hayati pada pesemaian. Setelah bibit ditanam, penanaman refugia dilanjutkan, melakukan pengamatan agroekosistem (perkembangan tanaman, musuh alami, gulma dan cuaca), dan pemupukan yang dilakukan secara berkala.ind


 

Berita Sains Lainnya