Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Kejagung Kembalikan Anak

Pemilik Astra ke Sel

JAKARTA (Realita) - Jaksa Agung HM Prasetyo menyatakan anak pemilik Astra Goup, Edward Seky Soeryadjaya sudah dimasukkan kembali ke selnya di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Agung setelah selama satu pekan lebih dibantarkan di Rumah Sakit Pusat Pertamina setelah jatuh di kamar mandi.

“Saya dengar laporannya seperti itu (sudah dikembalikan lagi ke selnya),” katanya di Jakarta, Jumat (12/01).

edward seky soeryadjaya.

Ia menegaskan pembantaran itu tidak mengada-ngada. “Kita tidak mengada-ngada kok, kalau sakit ya sakit betul, kalau gak sakit jangan ngaku sakit, nanti kalau sakit betulan malah susah,” katanya. 

Soal tempat dirawat sendiri, kata dia, tidak harus di Rumah Sakit (RS) Adhyaksa milik Kejagung di Ceger, Jakarta Timur. “Bisa dimana saja asal rumah sakitnya dipercaya,” katanya.

Sebelumnya, pembantaran tersangka dugaan korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pertamina (Persero) senilai Rp1,4 triliun di PT Sugih Energy Tbk (SUGI) itu, diam-diam dilakukan karena media baru mengetahui setelah satu pekan pembantaran itu.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Adi Toegarisman, menyatakan Edward Soeryadjaya dibantarkan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta Selatan, setelah jatuh di kamar mandi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejagung.

 "Sudah semingguan sakit, katanya 'jatuh' di kamar mandi rumah tahanan. Dia punya darah tinggi dan jantung hingga dibawa ke rumah sakit terdekat RSPP," katanya di Jakarta, Rabu lalu.

JAM Pidsus menambahkan pembantaran terhadap  Edward Seky Soeryadjaya merupakan tersangka dugaan korupsi dana pensiun PT Pertamina (Persero) yang diduga merugikan keuangan negara Rp1,4 triliun, telah dilakukan sejak satu pekan lalu.

Disebutkan, penyidik juga mengawal selama perawatan Edward Soeryadjaya. RSPP dipilih tempat perawatan, karena lokasinya dekat tempat penahanannya hingga tidak dirawat di RS Adhyaksa, Ceger, Jakarta Timur.

Edward Seky Soeryadjaya yang menjabat sebagai Direktur Ortus Holding Ltd yang merupakan pemegang saham mayoritas PT Sugih Energy Tbk (SUGI) ditahan dari 20 November 2017 sampai 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Agung.

Edward ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pertamina (Persero) senilai Rp1,4 triliun di PT Sugih Energy Tbk (SUGI) berdasarkan surat perintah Penyidikan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-93/F.2/Fd.1/10/2017 tanggal 27 Oktober 2017.

Ia disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

 Mantan Direktur Utama Dana Pensiun PT Pertamina (Persero) 2013-2015, Muhammad Helmi Kamal Lubis saat menjadi terdakwa dalam kasus tersebut dan menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Edward Soeryadjaya juga ternyata mangkir dalam persidangan dirinya yang menjadi terdakwa perkara keterangan palsu akta notaris Yayasan Badan Perguruan Sekolah Menengah Kristen Jawa Barat (BPSMK-JB) di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat.

 Dalam perkara itu, ada tiga nama yang diseret sebagai terdakwa, yaitu Edward, Maria dan Gustav meski sidang sudah berlangsung selama delapan kali, dua terdakwa yaitu Edward dan Maria sama sekali tidak pernah hadir atau dapat dihadirkan di persidangan dengan alasan sakit.

Majelis hakim perkara tersebut sudah memerintahkan kepada jaksa agar dibentuk tim khusus untuk menghadirkan Edward Seky Soeryadjaya.hrd

 

Berita Hukum Lainnya