Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Kejagung Siapkan Kembali

Eksekusi Mati Jilid IV

JAKARTA (Realita) - Kejaksaan Agung (Kejagung) tahun ini kembali merencanakan eksekusi mati terhadap para gembong narkoba, bahkan sudah mengantongi sejumlah nama terpidana.

Jaksa Agung, HM Prasetyo usai melaksanakan sholat Jumat (19/05).



“Nama-namanya ada, tapi justru kita lihat apakah semua haknya sudah diberikan atau belum?,” ungkapnya di Jakarta, Jumat (19/05).

Sebelum dimulainya eksekusi mati Kejagung melakukan pengecekan status calon terpidana mati yang bakal dieksekusi itu, agar nantinya tidak menjadi masalah setelah dieksekusi.

“Nanti ada yang protes lagi, ini kan (alasannya) belum mengajukan grasi, belum mengajukan PK,” tandasnya.

Ia menambahkan soal grasi menjadi kendala untuk pelaksanaan eksekusi mati mengingat pengajuannya bisa kapan saja dilakukan.

Karena itu, pihaknya akan meminta fatwa Mahkamah Agung untuk batasan pengajuan grasi. “Nggak bisa dibiarkan lepas tanpa ada pembatasan, karena kalau sudah seperti itu, menjadi tidak ada lagi kepastian hukum,” katanya.

Jaksa agung meminta wartawan untuk menanyakan kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM Pidum) Noor Rachmad mengenai nama-nama terpidana narkoba yang akan dieksekusi mati.

Sepanjang 2015-2016, Kejagung telah melaksanakan eksekusi terhadap 18 terpidana mati yang terbagi dalam tiga tahap atau jilid.

Jilid 1, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran (WN Australia anggota Bali Nine), Raheem Agbaje Salami, Sylvester Obiekwe Nwolise, Okwudili Oyatanze (WN Nigeria), Martin Anderson (Ghana), Rodrigo Galarte (Brasil) dan Zainal Abidin (Indonesia).

Jilid 2, sebanyak enam terpidana mati, yakni, Ang Kiem Soei (WN Belanda), Marco Archer (Brasil), Daniel Enemuo (Nigeria), Namaona Denis (Malawi), Rani Andriani (Indonesia) dan Tran Bich Hanh (Vietnam). Kesemuanya kasus narkoba.

Jilid 3, sebanyak empat terpidana mati, Freddy Budiman (WN Indonesia), Seck Osmane (Nigeria), Humprey Jefferson Ejike (Nigeria) dan Michael Titus Igweh (Nigeria). hrd

 

Berita Hukum Lainnya