Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Kejagung Upayakan Bantuan Hukum

WNI di 5 Negara

JAKARTA (Realita)- Kejaksaan Agung (kejagung) usulkan kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk penambahan atase hukum untuk 5 negara, di antaranya Belanda, Amerika Serikat, Singapura, Australia dan Malaysia.

“Sebelumnya kita sudah ada atase hukum di KBRI Hongkong, Thailand, dan Riyadh, kita usulkan pendirian di KBRI untuk Belanda, AS, Singapura, dan Malaysia,” kata Kepala Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri Kejagung, Chairul Amir di Jakarta, Jumat (30/12/2016).

Hal tersebut disampaikan berdasarkan pertimbangan mengingat di lima negara tersebut banyak Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja dan berbisnis serta mengantisipasi adanya kejahatan perdagangan manusia.

Kerjasama dilakukan untuk memberikan bantuan hukum kepada WNI jika mendapatkan permasalahan hukum baik bisnis, pidana, perdata, termasuk masalah perdagangan orang.

Kejaksaan Agung RI.

Sehingga kepentingan hukum WNI itu terkakomodir.

Paling utama pendirian atase hukum di lima negara tersebut, setidaknya bisa menyelamatkan muka Bangsa Indonesia.

Saat ini, kata dia, usulan itu tengah diproses oleh kemenlu. “Diharapkan secepatnya dapat terealisasikan,” katanya.

Di bagian lain, ia menyebutkan Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri Kejagung selaku jaksa eksekutor sepanjang 2016 telah mengekstradisi terhadap tiga warga negara asing.

Ketiga warga negara asing itu, Mohammad Naghi Karimi Azar, WN Iran ke Australia pada Rabu (28/9), pukuk 17. 00 WIB, terkait permasalahan hukum diantaranya menyelundupkan orang ke negara tersebut.

Kemudian, buronan Interpol Amerika Serikat, Lim Yong Nam, Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura terkait kepemilikan bahan kimia untuk peledak, serta Samuel Pekka Juhani Kuuppo diekstradisi (penyerahan tersangka) Pemerintah Australia terkait kasus pelecehan seksual. hrd


 

Berita Internasional Lainnya