Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Kemiskinan Sebabkan Pernikahan

Bawah Umur Meningkat

TUBAN (Realita) – Meski PDRB-nya terus mengalami peningkatan, kemiskinan di Tuban juga turut meningkat.

Ilustrasi pernikahan dini

Salah satu indikatornya, pasangan nikah bawah umur meningkat. Wakil Panitera Pengadilan Agama (PA) Tuban, Sholikhin, menyampaikan hal itu beberapa waktu lalu. Menurutnya, faktor kemiskinan dan rendahnya pendidikan memicu peningkatan pasangan nikah bawah umur. Sholikhin menjelaskan, pada 2010 lalu pihaknya “terpaksa” mengeluarkan dispensasi nikah (Diska) untuk 66 pasangan. Jumlah itu terus meningkat tahun-tahun berikutnya. Tahun 2011 sebanyak 120 pasangan yang mendapat Diska. Setahun kemudian jumlahnya meningkat menjadi 131 pasangan, kemudian tahun 2013 bertambah lagi menjadi 168 pasangan dan di tahun 2014 sebanyak 183 pasangan. “ Tahun ini kemungkinan besar akan meningkat lagi. Sampai awal Pebruari saja sudah 34 pasangan yang mengajukan Diska,” tambah Sholikhin. Sholikhin mengatakan, pihaknya bukan tidak tahu resiko pernikahan bawah umur. Tetapi ia mengaku terpaksa memberikan dispensasi untuk menghindari timbulnya hal-hal yang tidak diinginkan, yang mungkin lebih beresiko. Bisa saja, kata Sholikhin, pasangan tersebut terjerumus kumpul-kebo lantaran terhalang menikah disebabkan masih belum memenuhi syarat dari segi usia. “ Aturannya, batas minimal usia seseorang diijinkan menikah itu kalau wanita 20 tahun, kalau pria 25 tahun. Tetapi kita harus ingat kematangan reproduksi itu sudah terjadi sejak wanita usia 12 tahun, dan prianya 15 tahun. Apalagi budaya masyarakat kita juga tidak melarang pernikahan dilakukan di bawah usia 20 dan 25 tahun,” papar Sholikhin. Sholikhin berharap pihak-pihak terkait sudi membantu melakukan sosialisasi dan penyadaran kepada masyarakat agar pernikahan usia dini tersebut bisa dicegah. Sebab jika pasangan menikah masih di bawah umur, dikhawatirkan akan mengganggu proses regenarasi. Dari sisi ekonomi, psikis dan sosial usia di bawah 20 tahun rata-rata belum matang, kendati perangkat reproduksinya sudah berfungsi. Karena itu, tidak jarang pasangan usia dini yang hanya bertahan beberapa bulan, lalu bercerai. be

 

Berita Ekonomi Bisnis Lainnya