Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Manajer Marketing: Yudi Gunawan. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Kesimpulan CIA: Pangeran

Saudi Otaki Pembunuhan Khashoggi

WASHINGTON (Realita)- CIA telah menyimpulkan, Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman telah memerintahkan pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, di Istanbul.

Mohammad bin Salman.

Informasi ini didapatkan The Washington Post dan dirilis pada Jumat (16/11).

The Washington Post mengatakan para pejabat AS telah memberikan kepercayaan yang tinggi pada kesimpulan CIA. Meski demikian temuan itu bertentangan dengan pernyataan Pemerintah Saudi yang mengatakan Pangeran Mohammed tidak terlibat.

The Washington Post, mengutip orang-orang yang akrab dengan masalah ini, mengatakan CIA mencapai kesimpulannya setelah memeriksa berbagai sumber intelijen. Salah satunya adalah panggilan telepon yang menyatakan saudara laki-laki Pangeran Mohammed, Khalid bin Salman, Duta Besar Saudi untuk AS, telah bersama Khashoggi.

Khalid mengatakan kepada Khashoggi, dia harus pergi ke konsulat Saudi di Istanbul untuk mengambil dokumen pernikahan, dan memberinya jaminan keamanan. Belum jelas apakah Khalid tahu Khashoggi akan terbunuh, tetapi dia kemudian menelepon Pangeran Mohammed.

Pada Jumat (16/11) di Twitter, Khalid mengatakan kontak terakhirnya dengan Khashoggi dilakukan melalui pesan teks pada 26 Oktober 2017, hampir setahun sebelum kematian wartawan itu.

"Saya tidak pernah berbicara dengannya melalui telepon dan tentu saja tidak pernah menyarankan dia pergi ke Turki untuk alasan apa pun. Saya meminta Pemerintah AS untuk mengeluarkan informasi mengenai klaim ini," kata dia.

Reuters belum dapat memverifikasi keakuratan laporan tersebut. Tetapi seorang sumber yang akrab dengan intelijen AS mengatakan kepada Reuters, pakar pemerintah AS cukup yakin Pangeran Mohammed memerintahkan operasi yang menyebabkan kematian Khashoggi.

Gedung Putih menolak mengomentari laporan The Washington Post itu, dan mengatakan itu adalah masalah intelijen. Departemen Luar Negeri AS juga menolak untuk berkomentar.

Khashoggi, seorang kolumnis yang berkontribusi untuk Washington Post, tewas di konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu. Dia pergi ke konsulat untuk mengambil dokumen yang dia butuhkan untuk rencana pernikahannya dengan seorang perempuan Turki.

Khashoggi, yang sering mengkritik Pemerintah Saudi, dikabarkan telah menolak desakan Riyadh agar dia kembali ke Saudi. Para pejabat Saudi mengatakan satu tim elit yang terdiri dari 15 warga Saudi dikirim ke Istanbul untuk membujuk Khashoggi di konsulat.

Kemudian Khashoggi secara tidak sengaja terbunuh dalam cekikan oleh orang-orang yang mencoba memaksanya untuk kembali ke kerajaan. Para pejabat Turki mengatakan pembunuhan itu dilakukan dengan disengaja.

Turki telah mendesak Arab Saudi untuk mengekstradisi pelaku yang bertanggung jawab untuk diadili. Penasihat Presiden Turki Tayyip Erdogan pada Kamis (15/11) menuduh Arab Saudi berusaha menutupi pembunuhan itu.

Jaksa penuntut umum Arab Saudi mengatakan telah mengajukan hukuman mati untuk lima tersangka yang dituduh melakukan pembunuhan Khashoggi. Jaksa Saudi, Shalaan al-Shalaan, mengatakan kepada wartawan bahwa Pangeran Mohammed tidak tahu apa-apa tentang operasi pembunuhan itu.

 

Berita Internasional Lainnya