Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Kisruh Pilkada Kabupaten Puncak,

Dua Kepala Suku Datangi DKPP

JAKARTA (Realita) - Dua kepala suku di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua mendatangi gedung Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Rabu (16/5).

Dua kepala suku di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua mendatangi gedung Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Rabu (16/5).

Kepala suku lapago dan mepago tersebut, datang guna mendesak DKPP membuat keputusan atas perkara dugaan pelanggaran etik komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Puncak.

“Kami datang, kepala-kepala suku ini datang menuntut (keputusan terhadap komisioner) KPU ini," ujar Yopi Murib, Kepala Suku Umum Wilayah Adat Mepago, yang terdapat pada delapan kabupaten di Provinsi Papua, kepada wartawan.

Yopi menjelaskan, pihaknya meminta DKPP memberhentikan tiga komisioner KPU Kabupaten Puncak yakni Erianus Kiwak, Aten Mom dan Menase Wandik. Alasannya, ketiga orang itu dinilai sebagai penyebab kekisruhan, melalui keputusan calon tunggal dalam Pilkada Kabupaten Puncak.

"Sama lagi sekarang lagi tiga komisioner KPU (Kabupaten Puncak) ini, sama lagi melahirkan masalah seperti ini, meloloskan orang yang ijazah palsu. Bilang calon tunggal. Di Puncak itu tidak ada calon tunggal," kata dia.

Yopi mengklaim, terdapat setidaknya tiga calon kepala daerah di Pilkada Kabupaten Puncak. Ia menuturkan pada hari pendaftaran, sempat ada tiga kandidat mendaftar sebagai calon kepala daerah, satu dari jalur independen dan sisanya partai politik.

Namun, hasil keputusan KPU hanya satu pasangan yang dinyatakan lolos sebagai calon. Karenanya, Yopi dan kepala suku lain turut mendesak KPU Republik Indonesia, untuk menetapkan dua kandidat yang tersingkir, sehingga Pilkada Kabupaten Puncak berlangsung lebih dari satu calon kepala daerah.

"Selalu Kabupaten Puncak itu yang selalu konflik, gara-gara pilkada, gara-gara rekomendasi dualisme ini. (Dulu gara-gara Pilkada) bunuh orang satu hari menghilangkan (nyawa) 57 orang. Hal yang sama lagi mau terjadi lagi (di Pilkada sekarang)," tuturnya.

Di samping itu, Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Puncak, diminta mendiskualifikasi pasangan yang lolos yakni Willem Wandik-Alus UK Murib. Sebab pasangan itu dinilai bermasalah secara administrasi.

Pihak DKPP sendiri melalui Kepala Biro Administrasi DKPP, Bernard Dermawan Sutrisno, dikatakan Yopi berjanji akan membuat keputusan dalam pekan ini.

"Tak soal mau masuk dua kandidat, tiga kandidat. Demi keamanan, bahwa yang lolos tiga calon, kasih lolos. Kami bisa bicara ini demi untuk daerah, demi kabupaten itu, demi untuk bangsa," tandasnya.kik

 

Berita Politik Lainnya