Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Kompak,

Bapak Anak Tipu Pengusaha hingga Miliaran

SURABAYA (Realita) - Helito Jonggro alias Abraham dan sang anak Ervan Anugrah (berkas terpisah) termasuk keluarga "kompak".

Helito Jonggro alias Abraham.

Ayah dan anak ini kompak melakukan penipuan, hingga kompak juga menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (2/6/2016) Dalam kasus tindak pidana penipuan dalam jumlah miliaran rupiah ini, anehnya terdakwa tidak ditahan dengan alasan punya penyakit. Sementara ini korban yang ditipu oleh terdakwa Abraham dan Ervan anaknya ada 4 orang. Mereka adalah H. Farok, Steven, Rio dan Andrias. Akibat perbuatannya, Jaksa Penuntut Umum Hari SH, dari Kejaksaan Tinggi Jatim menjerat bapak adan anak ini dengan pasal 378 KUHP tentang tindak penipuan. Kasus ini berawal dari H. Faroq yang sebelumnya mencari tukang vandel (bendera kecil diberi umbai-umbai sekelilingnya bertuliskan nama sesuatu organisasi / kelompok / lembaga digantungkan pada tiang pancang kecil. Biasanya digunakan untuk kenang-kenangan pada suatu peristiwa yang dianggap penting). Vandel itu dipakai untuk kelengkapan pembagunan mall, hotel dan water boom di Bondowoso. Faroq pun menemukan Helito alias Abraham sebagai tukang vandelnya. Di saat itulah Abraham masuk dalam PT Gumuk Mas milik, H Faroq sebagai Direktur Utama. Sebelum masuk di PT. Gumuk Mas, terdakwa mengaku pernah membangun proyek terminal juanda II. Disaat itulah korban tertarik dengan kinerjanya. Tidak lama kemudian, Faroq dan Abrahan membuat perjanjian kerja sama dengan nilai H. Faroq 70% sedangkan terdakwa 30%.

Ervan Anugrah, anak Abraham yang piawai menipu.

Faroq mengatakan, ia memberikan kepercayaan penuh kepada kedua terdakwa. ia merasa ditipu karena sampai beberapa lama Abraham (berkas terpisah) meminjam uang sampai senilai Rp 600 miliar. "Awalnya saya mempercayai Abraham. Pada tanggal 9 Desember 2014, kami bertemu di malang. Abraham bilang katanya punya masalah dengan keuangan pribadinya. Untuk itu, Abraham bilang ia mau pinjam uang di bank Mandiri sebesar Rp 150 sampai 600 miliar," ujarnya kepada awak media. Dalam hal ini, korban merasa ditipu belasan miliar. "Untuk mencairkan uang di bank, saya dimintai Rp 5 miliar tapi saya kasih Rp 3,4 miliar bentuk cek tanpa stempel. Begitu dalam pejanjian tgl 11 dan 12 Desember 2014 cair, ceknya saya cairkan lewat tanda tangan saya,"imbuhnya. Sedangkan anak terdakwa, Ervan juga terjerat kasus yang sama. Faroq menambahkan, perkara ini bisa tetap berlanjut kemeja persidangan, dan hakim agar tidak memihak kepada terdakwa. "Saya berharap majelis hakim tidak memihak terdakwa Abraham, karena Abraham ini sudah termasuk spesialis penipu kelas berat," ucap korban.ys

 

Berita Hukum Lainnya