Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Komplotan Begal Bacok

Kepala Driver Gojek

SURABAYA (Realita) - Nasib seorang driver gojek, Wahyu Kristiantara (24) berujung malapetaka.

Tersangka pembegal gojek yang diamankan polisi beserta barang bukti.

Betapa tidak, setelah ia bertemu dengan komplotan bandit-bandit jalanan, dia pun harus mengalami luka yang cukup serius di bagian belakang kepalanya setelah dibacok oleh para pelaku begal. Akibatnya, dia pun harus dilarikan ke Rumah Sakit hingga di jahit dengan lima jahitan. Tak hanya itu, selain melukai korban, para komplotan begal bersajam yang berjumlahkan enam orang itu juga merampas motor honda Beat L 2292 TF milik korban. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (4/12/2016) sekitar pukul 03.30 Wib, di depan SPBU Jalan Ikan Dorang, Surabaya. Ceritanya berawal dari korban Kristiantara yang saat itu hendak menjemput pelanggannya di Jalan Arjuno. Pemuda asal Jalan Kalimas Baru 2 no.25 ini lantas segera menjemput pelanggannya tersebut. Motornya di starter, dan tak lupa jaket warna hijau bertuliskan gojek pun langsung dipakainya untuk segera berangkat. Namun, belum sampai tempat tujuan, dia tiba-tiba di pepet enam orang yang tak dikenal. Dia yang merasa takut lantas menepi ke pinggir jalan. "Di situlah, korban mulai di keroyok, di pukuli hingga dibacok di kepala bagian belakang," sebut AKP Sugiarti Kasubbag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Sabtu (10/12/2016). Setelah itu, korban yang sudah tidak berdaya dengan berkucuran darah di kepala bagian belakang, oleh para komplotan begal tersebut lantas ditinggal begitu saja. Motor honda Beat L 2292 TF milik korban pun dibawa kabur oleh para pelaku. Korban yang sudah sempoyongan kemudian berteriak minta tolong. Dengan darah di kepalanya, dia mencoba berdiri dan berteriak sekencang-kencangnya. Akhirnya, usaha dari teriakan korban itu membuahkan hasil. Teriakan oleh korban didengar oleh Unit Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang saat itu sedang melintas di Jalan tersebut. "Korban kemudian di tolong oleh sejumlah anggota dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sementara beberapa anggota lainnya, langsung mengejar para pelaku begal tersebut," jelas AKP Sugiarti. Beberapa anggota yang melakukan pengejaran lalu menyebar. Ada yang ke kampung, ada juga yang menyisir sepanjang Jalan Ikan Dorang. Tak lama kemudian, pengejaran itu membuahkan hasil. Di dekat SPBU Jalan Ikan Dorang, ada para warga yang terlihat ramai. Sejumlah anggota yang melihat lantas menghampiri. "Setelah di cek, ternyata warga sedang memukuli seorang remaja yang telah ikut melakukan perampasan motor tersebut. Dari sanalah, remaja itu lantas diamankan oleh anggota," terangnya. Tanpa basa-basi, remaja itu kemudian di gelandang ke Mapolres. Dari hasil pemeriksaann, pelaku yang masih berusia 16 tahun itu diketahui bernama LP. Dia mengaku benar, bahwa dia juga terlibat atas perampasan motor tersebut. Tak tanggung-tanggung, dia jugalah yang membacok korban hingga mengalami luka yang cukup serius. "Saya bertugas sebagai membacok korban. Saya jugalah yang bertugas membawa motor hasil rampasan," ujar remaja yang sudah putus sekolah ini dengan rasa takut. Untuk modus dari aksi perampasan motor yang dilakukan olehnya bersama ke lima temannya, remaja asal Jalan Kalimas Baru ini mengaku bahwa saat beraksi selalu menggunakan cara menuduh korbannya. "Kami ikuti korban dulu. Kemudian kami pepet. Setelah itu kami tuduh korban dengan cara bahwa dia (korban) telah memukuli teman kami. Sehingga korban takut. Tapi, kalau korban membantah, ya langsung saya keroyok berenam. Dan kalau melawan ya saya bacok," bebernya. Sementara itu, dari hasil penangkapan ini, AKP Sugiarti memaparkan, bahwa pihaknya masih mendalami keterlibatan komplotan ini dalam perampasan motor lain. Meskipun tersangka mengaku baru beraksi di dua lokasi. Sebab, Banyak kejadian perampasan motor dengan modus serupa. "Kami masih mendalami kemungkinan keterlibatan para tersangka. Komplotan ini saat beraksi diketahui mengendarai dua sampai tiga motor. Saat beraksi di Jalan Arjuno, komplotan ini mengendarai dua motor, yaitu motor Vario nopol L 5563 RC, dan motor Mio nopol L 6033 WQ," pungkasnya.zain

 

Berita Kriminal Lainnya