Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Korupsi PENS,

3 Pimpinan DPRD Mojokerto Divonis 4 Tahun Penjara

SURABAYA (Realita) - Tiga pimpinan DPRD Kota Mojokerto dijatuhi vonis 4 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya.

Tiga pimpinan DPRD Kota Mojokerto bersalaman dengan jaksa penuntut umum KPK usai menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya.

Ketiganya dinyatakan terbukti menerima suap pengalihan anggaran hibah Politeknik Elektronik Negeri Surabaya (PENS) menjadi anggaran program penataan lingkungan pada Dinas PUPR Kota Mojokerto.

Ketiga anggota DPRD Kota Mojokerto yang dijatuhi vonis 4 tahun diantaranya, Purnomo, Ketua DPRD Kota Mojokerto dan dua wakil ketua yakni Umar Faruq dan Abdullah Fanani. Dalam amar putusannya, ketua majelis hakim Unggul Warso Mukti menyatakan, ketiga terdakwa sebagai wakil rakyat telah terbukti menerima suap Rp 470 juta dari Wiwiet Febrianto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PPUR) Kota Mojokerto.
Dari nilai tersebut, uang senilai Rp 300 juta diantaranya merupakan pembayaran atas total komitmen Rp 500 juta dari Kadis PUPR kepada pimpinan DPRD Kota Mojokerto untuk memuluskan anggaran jasmas. Sedangkan untuk sisa Rp 170 juta diduga terkait dengan komitmen setoran triwulan yang telah disepakati sebelumnya dengan DPRD Kota Mojokerto.
Atas dasar itulah, perbuatan itu ketiga terdakwa dianggap terbukti secara sah menerima suap sesuai pasal 12 huruf a atau pasal 11, dan pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 UU Tipikor. Mereka juga dikenai pasal 55 ayat 1 dan 2 dan pasal 64 ayat 1 UU Tipikor. “Mengadili, menjatuhkan hukuman 4 tahun penjara kepada masing-masing terdakwa,” kata hakim Unggul pada persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (5/12/2017).
Selain hukuman badan, ketiga terdakwa juga diganjar hukuman denda sebesar Rp 300 juta, subsider tiga bulan kurungan. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK selama 5 tahun penjara.
Perlu diketahui, kasus ini terungkap berawal dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap tiga anggota DPRD Kota Mojokerto pada Juni 2017. Dalam kasus ini Wiwiet Febryanto, Kadis PUPR memberi suap kepada anggota DPRD Kota Mojokerto.
Suap ini terkait pengalihan anggaran dari anggaran hibah PENS menjadi anggaran program penataan lingkungan pada Dinas PUPR Kota Mojokerto tahun 2017 senilai Rp 13 miliar. Pada OTT tersebut, KPK mengamankan barang bukti uang sebsar Rp 470 juta.ys

 

Berita Hukum Lainnya