Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Kurir Sabu Antar Provinsi

Dituntut 13 Tahun Penjara

SURABAYA (Realita) - Armia bin Moch Ali (55), pria asal Aceh terdakwa perkara narkotika jaringan antar Provinsi, dituntut 13 Tahun penjara oleh jaksa Wilhelmina Manuhutu dari Kejari Surabaya. “Menuntut terdakwa Armia dengan hukuman 13 tahun dan denda Rp 1 miliar, subsider 6 bulan kurungan,” ujar jaksa Welly saat membacakan berkas tuntutannya terdakwa Armia, di Pengadilan Negeri Surabaya,  Selasa (14/11/2017).

Terdakwa Armia bin Moch Ali diadili di PN Surabaya, Selasa (14/11).

Tuntutan tersebut disesuaikan dengan perbuatan terdakwa yang tanpa izin menyimpan memiliki dan menjual narkotika jenis sabu sabu seberat 550 gram.

Atas tuntutan tersebut, tim kuasa hukum Sandhy Krisna, dan Galih Dewangga dari LBH Lacak yang mendampingi terdakwa merasa keberatan atas tuntutan yang dijatuhkan oleh jaksa. "Kami keberatan pak hakim atas tuntutan jaksa, kami mohon waktu sepekan untuk melakukan upayah pembelaan (pledoi)," ucap tim kuasa hukum terdakwa yang kemudian disàmbut oleh jaksa, saya tetap pada tuntutan yang mulya.

Selanjutnya majelis hakim mengabulkan permohonan tim kuasa hukum terdakwa, dengan memberikan kesempatan waktu selama sepekan untuk mengajukan pembelaan yang dilanjutkan dengan ketukan palu pertanda sidang telah berakhir.

Untuk diketahui, kasus ini berawal saat petugas Satreskoba Polrestabes Surabaya, menangkap Armia (22) asal Desa Kambuek Kunyet, Kecamatan Padang Tiji, Aceh, dan Amir Abidin (55) (berkas terpisah, dan dituntut 8 tahun penjara), asal Bojonegoro.

Keduanya ditangkap lantaran masuk dalam jaringan pengedar antar Provinsi dan melakukan transaksi narkoba jenis sabu seberat 550 gram.

Keduanya ditangkap di tempat berbeda. Tersangka Armia disergap petugas saat berada di Jalan Kedungdoro, Surabaya. Saat digeledah tersangka Armia ternyata membawa 550 gram sabu.

Dari penangkapan Armia, polisi akhirnya melakukan pengembangan. Terdakwa Armia dibawa ke Bojonegoro dan akhirnya petugas membekuk terdakwa Amir Abidin. Dan menemukan barang bukti berupa Handphone yang diakui milik Amir yang digunakan untuk sarana kominikasi dengan Armia. Amir merupakan pengedar di Bojonegoro. Rencananya sabu seberar 550gram tersebut, akan diedarkan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya.ys

 

Berita Kriminal Lainnya