Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Lawan Polisi usai Jambret,

Pensiunan Sekuriti Ditembak‎

SURABAYA (Realita) - Yani Arofiq, warga Kupang Panjaan II A No.183 B, Surabaya terus mengerang kesakitan saat digelandang ke dalam sel tahanan.

Tersangka Yani Arofiq saat dirilis di Mapolsek Tegalsari, Rabu (12/9).

Pasalnya, salah satu betis kakinya tertembus timah panas polisi.

Tindakan tegas terukur itu dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Tegalsari lantaran Arofiq berusaha melawan dan melarikan diri saat hendak ditangkap, usai melakukan penjambretan di Jalan Diponegoro, Surabaya pada Rabu (12/9) sekitar pukul 05.15 Wib.

Yang menjadi korban kejahatan Arofiq adalah remaja SMP, sebut saja Jimi (nama samaran). Saat itu korban sedang bermain handphone. Korban dibonceng driver ojek online hendak berangkat sekolah. Tiba-tiba dari belakang, pelaku memepet korban dan langsung merampas handphone merek iPhone 6 plus milik korban. 

Sukses merampas handphone korban, pelaku langsung melarikan diri mengendarai motornya Honda Beat L 3585 QX ke arah Jalan Kartini. Sementara korban bersama driver ojek online langsung melakukan pengejaran sambil berteriak jambret.

Teriakan tersebut lantas didengar anggota Unit Reskrim Polsek Tegalsari yang sedang mobile di kawasan tersebut. Anggota langsung melakukan pengejaran hingga Traffic Light Jalan Kartini. Usaha itu pun membuahkan hasil. Itu setelah anggota menabrak motor pelaku dari belakang. 

Brakkk...! Pelaku akhirnya ndelosor. Dia pun kelimpungan. Kendati demikian, pelaku belum menyerah. Ia berdiri dan lari sekencang-kencangnya. Sebelum lari, ia sempat melawan anggota. Di sinilah, petugas akhirnya memberikan tindakan tegas terukur. Yakni menembak kakinya. 

"Sebelum kami lumpuhkan, pelaku terlihat santai. Dia seperti tidak takut. Ketika kami amankan juga terlihat tenang," beber Kapolsek Tegalsari Kompol David Triyo Prasojo, Rabu (12/9). Bersama barang bukti, pelaku langsung digelandang ke Mapolsek.

Dalam pemeriksaan, bandit berusia 35 tahun ini mengaku baru sekali ini melakoni aksinya. Ia nekad menjambret karena kepepet, tak punya uang. "Katanya pagi tadi pelaku kebetulan lewat. Kemudian melihat korban sedang main handphone. Karena ada kesempatan, handphone korban langsung dirampas," imbuh David.

David melanjutkan, pelaku diketahui merupakan pensiunan sekuriti. Setelah pensiun, ia tak lagi bekerja. Namun belakangan, ia mengaku bekerja serabutan. "Katanya jambret ini dilakukannya juga karena iseng saja. Namun kami tidak percaya begitu saja. Pemeriksaan lanjutkan akan terus kami lakukan," tegasnya. 

Mantan Kapolsek Tambaksari ini juga mengatakan bahwa pengungkapan kasus ini juga dalam rangka Operasi Sikat Semeru 2018, yang serentak dilaksanakan mulai 5 September hingga 16 September 2018. "Sesuai perintah pimpinan, Operasi Sikat Semeru 2018, yakni memberantas tindak kejahatan seperti kasus 3C (Curat, Curas dan Curanmor). Dan ini akan terus kami galakkan," pungkasnya.‎

Sementara atas perbuatan pelaku, polisi menjeratnya dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan (curas). Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara.zai

 

Berita Kriminal Lainnya