Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Lebih dari Rp 10 Ribu

Pengungsi Anak Hilang di Eropa

JAKARTA (Ralita) - Sebuah riset baru-baru ini mengungkap korban anak-anak pengungsi yang dinyatakan hilang di Eropa.

Ilustrasi pengungsi Suriah

Faktanya lebih dari 10 ribu pengungsi dan imigran balita hilang dari rombongannya di Eropa, pihak kepolisian Uni Eropa melalui Biro Europol mencurigai bila mereka telah dibius dan dimasukkan ke dalam jaringan pekerja seks atau perdagangan manusia. Europol mengkonfirmasi ke Aljazeera, Senin (1/2) kebanyakan pengungsi yang hilang di rentang usia 18-24 bulan. "Usia tersebut sangatlah rentan bagi anak kecil untuk hilang dan tidak terdaftar dalam sistem pendaftaran dengan otoritas negara tempat mereka singgah di Eropa," ujar Kepala Biro Imigrasi Uni Eropa Brian Donald. Donald mengaku tidak habis pikir bagaimana cara menemukan jumlah yang terbilang tidak masuk akal ini, di mana separuh dari total telah hilang di Italia, imbuhnya kepada kelompok pengamat. "Mungkin tidak semua dari mereka menjadi eksploitasi kriminal, mungkin saja beberapa hanya terpisah dari pengawasan keluarga, namun begitu kita memang tidak tahu di mana mereka (yang hilang) saat ini, bersama siapa, dan sedang apa," pungkas Donald. Sejauh ini otoritas kriminal Benua Biru sejak pertengahan 2014 mencatat adanya peningkatan terhadap eksploitasi pengungsi. Kelompok pengamat melaporkan pada Europol bila ada temuan bukti hubungan antara jaringan penyelundup yang membawa orang masuk ke Eropa dan bandit perdagangan manusia yang mengincar imigran untuk dijadikan pekerja seks dan budak. dsr

 

Berita Internasional Lainnya