Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Luruskan Isu 10 Juta Pekerja China,

Jokowi: di Sana Malah Antek Indonesia

JAKARTA (Realita)- Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali meluruskan isu 10 juta tenaga kerja China membanjiri Indonesia.

Jokowi.

Pernyataan ini disampaikan Jokowi kala menghadiri Kongres ke-20 Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (30/10). Menurut mantan Wali Kota Solo, isu tersebut tidak benar alias hoaks, sebab justru tenaga kerja Indonesia yang lebih banyak bekerja di China.

"Tenaga kerja (Indonesia) yang ada di Tiongkok malah 80.000 lebih. Di sini hanya 24.000, kita di sana 80.000. Di sana malah antek Indonesia kalau ngomongnya antek-antekan," ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan, isu ini perlu ia luruskan berulang-ulang. Tujuannya agar tak dianggap sebagai kebenaran, karena tak sedikit masyarakat yang percaya isu ini.

Jokowi menjelaskan, pada dasarnya setiap negara termasuk Indonesia membutuhkan tenaga kerja asing. Terutama untuk memperbaiki sumber daya manusia yang ada di negara masing-masing. Bahkan, kata Jokowi, negara-negara lain menerima TKA lebih banyak dibanding Indonesia.

Contohnya Uni Emirat Arab. Jumlah tenaga kerja asing di negara itu, kata Jokowi mencapai 80 persen dari total jumlah penduduk. Arab Saudi 33 persen, Brunei Darussalam 32 persen, Singapura 24 persen, Malaysia 5 persen, dan Indonesia hanya 0,03 persen.

"Satu persen saja tidak ada kok diramein. Jutaan darimana? Ngitungnya kapan. Tanya imigrasi sudah kelihatan," tandas suami Iriana ini. kik

 

Berita Ekonomi Bisnis Lainnya