Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Mahasiswa Tuntut Pemerintah

Batalkan Kenaikan Harga BBM

SURABAYA (Realita)- Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Surabaya dan Gresik unjukrasa di depan Kantor Gubernur Jatim, Kamis (12/1).

Aksi para mahasiswa memprotes kenaikan harga BBM di depan gedung Pemprov Jatim, Kamis (12/1).

Aksi ini untuk menindaklanjuti seruan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) agar seluruh mahasiswa di Indonesia menggelar demo di wilayahnya masing-masing.

 Dalam aksinya, pengunjukrasa membawa bendera BEM dan spanduk besar. Spanduk yang dibentangkan bertuliskan Mencabut PP 60 tahun 2016, transparansi BBM kebijakan pro rakyat, atau diam ditindas, atau bangkit melawan.

 "Mahasiswa harus tetap mengontrol segala kebijakan pemerintah. Karena pemerintahan sekarang tidak pro rakyat. Saya yakin Jokowi mendengar tapi pura-pura tidak dengar," kata salah satu orator.

 Selain menggelar orasi, mahasiswa juga menyanyikan lagu-lagu yang dipelesetkan, sehingga membuat wartawan yang meliput demo tertawa. Seperti Naik-naik listrik ku naik, tinggi-tinggi sekali. Kiri kanan kulihat saja banyak rakyat hidup sengsara.

 Sebelumnya, perwakilan demo diterima Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf di ruang kerja. Dalam pertemuan itu, perwakilan mahasiswa menyampaikan lima tuntutan. "Saya sudah menerima lima tuntutan terkait kebijakan pemerintah pusat," kata Gus Ipul, panggilan akrab Saifullah Yusuf.

 Lima tuntutan itu, pertama mencabut dan mengkaji ulang PP No 60 tahun 2016 tentang jenis dan tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang berlaku pada kepolisian negara Republik Indonesia. Kedua, pemerintah harus merevisi kebijakan pencabutan subsidi Tarif Dasar Listrik golongan 900 VA dan melakukan pengawasan secara sistematis.

 Ketiga, menuntut pemerintah memberikan transparansi kenaikan BBM dan menjamin ketersediaan BBM bersubsidi, serta tetap mengontrol ketat efek domino atas kebijakan tersebut.

 Keempat, tranparansi, sosoalisasi dan uji publik terhadap setiap kebijakan yang dibuat pemerintah. Kelima, Presiden Jokowi harus membuat kebijakan yang pro rakyat.

 Gus Ipul berjanji akan menyampaikan aspirasi mahasiswa tersebut. Sebagai perwakilan pemerintah pusat, Pemprov Jatim akan meneruskan aspirasi dengan baik. Aspirasi masyarakat harus diaspirasi, karena itu demokrasi yang mengedepankan partisipasi.

 "Kami sudah diskusi dengan perwakilan diantaranya komitmen menerima semua pihak yang melakukan usaha menyampaikan asirasi baik melalui saran, tatap muka dan demo," tambah Gus Ipul.pras

 


 

Berita Nasional Lainnya