Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Maling Spesialis

KA Dibekuk

SURABAYA (Realita) - Ahmad Nursan, pria asal Cikampek Jawa Barat kini hanya bisa menyesali perbuatannya di balik jeruji penjara Mapolsek Bubutan Surabaya.

Ahmad Nursan menutupi wajahnya saat dijepret wartawan.

Pasalnya, pria 53 itu adalah seorang pencuri yang telah ditangkap Unit Reskrim Polsek Bubutan, sesaat setelah mencuri sebuah laptop dan tablet milik Ignasius Doni di Stasiun Pasar Turi Surabaya.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (11/1/2017) sekitar pukul 01.40 Wib. Ceritanya, saat tengah malam itu korban sedang tertidur pulas. Nah, beberapa jam kemudian, ia dibangunkan petugas karena tasnya berada di tempat yang kurang aman. Korban lantas berpindah tempat untuk tidur lagi.

Namun tak lama berselang, penumpang KA Sembrani jurusan Stasiun Gambir-Surabaya Pasar Turi itu terbangun dan kaget saat melihat tasnya terbuka. Lebih kagetnya lagi, ternyata isi tasnya yang berupa laptop dan smartphone itu telah lenyap.

Korban saat itu diketahui naik dari Stasiun Tegal. Dia menaruh tas ranselnya di samping kiri tempat duduk. Mengetahui barang-barangnya telah raib, dia lantas melapor ke petugas. Dari laporan itulah, petugas kemudian mencoba melihat rekaman CCTV yang ada.

Setelah dicek, dan ternyata benar. Bahwa salah satu penumpang atas nama Ahmad Nursan terindikasi untuk dicurigai. Pria yang saat itu diketahui memakai baju motif kotak-kotak tersebut, kemudian diamankan di Stasiun Pasar Turi Surabaya.

Awalnya, Nursan sempat mengelak saat ditangkap oleh security stasiun Pasar Turi. Namun, berbekal rekaman CCTV tersebut, Nursan akhirnya tak bisa berkutik. Terlebih saat digeledah petugas, dalam tas Nursan ternyata benar ditemukan barang bukti laptop dan smartphone milik korban.

Kapolsek Bubutan Kompol Dies Ferraningtyas didampingi Kanitreskrim AKP Budi Waluyo menjelaskan, jika kasus ini masih dalam pendalaman. Mengingat masih ada dua pelaku lain yang berhasil melarikan diri. "Saat itu kami mendapati tersangka sudah diamankan oleh security stasiun. Kemudian, tersangka diserahkan kepada kami. Nah, ketika kami lakukan pemeriksaan, ternyata tersangka ini mengaku sudah beberapa kali melakukan aksi serupa dengan dua rekannya yang lain," katanya, Rabu (11/1/2017).

Dari hasil penyidikan sementara, dikatakan Kompol Dies Ferra, bahwa tersangka Nursan adalah seorang residivis yang pernah menjadi tahanan Polsek Karawang Jawa Barat dalam kasus pencopetan dan kepemilikan sabu. "Tersangka ini bisa dibilang adalah seorang spesialis pencuri di kereta api," pungkas Polwan asli Surabaya ini.

Sementara itu kepada polisi, tersangka Nursan mengaku melakukan aksi pencurian itu baru sekali ini. Ia juga mengaku baru keluar dari tahanan delapan bulan lalu. "Saya dulu ditangkap karena nyopet dopet, yang isi didalamnya ada sabu. Kemudian saya jual dan akhirnya ketahuan polisi," terangnya.zain

 

Berita Kriminal Lainnya