Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Manajer Marketing: Yudi Gunawan. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Maulid Nabi Jadi

Momen Perkenalkan Rasulullah SAW

SURABAYA (Realita)- Peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, atau yang lebih dikenal maulid nabi menjadi momen yang tepat untuk memperkenalkan Rasulullah SAW kepada generasi penerus.

Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf hadir dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H tahun 2018 di Gedung Islamic Center Surabaya, Kamis (22/11/2018) malam.

Dengan mengenal Rasulullah SAW, diharapkan bangsa ini terus memiliki generasi yang mencintai, mengenang dan meneladani sosok Rasul akhir zaman.

“Kita kenalkan bagaimana sejarah kanjeng nabi, mulai lahir, tumbuh dewasa, menjalani hidup, ketauladannya, hingga beliau wafat. Ini agar anak-anak kita cinta dan meneladani beliau,” kata Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. H. Saifullah Yusuf saat Peringatan Maulid Nabi Muhammad  SAW 1440 H Prov. Jatim Tahun 2018 di Gedung Islamic Center Surabaya, Kamis (22/11/2018) malam.

Gus Ipul, sapaan akrabnya mengatakan, sangat banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dari kisah hidup maupun sosok Nabi Muhammad SAW. Salah satunya, bagaimana beliau menghadapi permasalahan dengan penuh  kesabaran, mengutamakan dialog dan musyawarah. Namun jika lawan yang dihadapi masih bersikeras, maka dengan terpaksa beliau berperang. “Jadi perang itu jika keadaan sudah sangat terpaksa, contohnya ada perjanjian yang diingkari, ada orang yang semaunya sendiri, tidak mau diajak dialog baik-baik. Baru kemudian Rasulullah SAW mengangkat pedangnya untuk berperang” katanya.

Kesabaran Rasulullah SAW, lanjut Gus Ipul, sampai-sampai membuat para sahabat jengkel. Sebab tak jarang Rasulullah SAW mendapat perlakuan kasar dari lawannya. Meski diperlakukan kasar, Rasulullah SAW tetap menghadapinya dengan sabar dan malah membuka dialog yang lebih luas kepada lawannya. Salah satu contohnya adalah Perjanjian Hudaibiyyah yang terjadi pada Tahun 628 M (Dzulqa'dah, 6 H).

Pada tahun itu, sekitar 1400 Muslim berangkat ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah umrah. Mereka mempersiapkan hewan kurban untuk dipersembahkan kepada Allah SWT. Namun karena saat itu kaum Quraisy di Makkah sangat anti terhadap kaum Muslim Madinah, maka Makkah tertutup untuk kaum Muslim.

Quraisy, walaupun begitu, menyiagakan pasukannya untuk menahan Muslim agar tidak masuk ke Mekkah. Pada waktu ini, bangsa Arab benar benar bersiaga terhadap kekuatan militer Islam yang sedang berkembang. Nabi Muhammad mencoba agar tidak terjadi pertumpahan darah di Mekkah, karena Mekkah adalah tempat suci. Akhirnya kaum Muslim menyetujui langkah Nabi Muhammad, bahwa jalur diplomasi lebih baik daripada berperang.

“Saat itu Rasulullah SAW mengalah, tapi ternyata Perjanjian Hudaibiyah dilanggar oleh Quraisy, tetapi kaum Muslim bisa membalasnya dengan penaklukan Mekkah (Fathul Makkah) pada tahun 630 M. Hasilnya banyak anak-anak muda yang masuk Islam, dan menjadi panglima Rasulullah SAW seperti Khalid bin Walid” ujar orang nomor dua di Jawa Timur ini.

Wagub kelahiran Pasuruan ini menambahkan, manfaat lain dari Peringatan Maulid Nabi adalah menjadi ajang bersilaturahmi antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat. “Ini patut kita syukuri, karena maulid menjadi instrument untuk menjaga persatuan, kesatuan, dan kerukunan ditengah-tengah perbedaan yang ada. Mudah-mudahan ini bisa dijaga kedepannya” pungkasnya.

Peringatan Maulid Nabi yang dihadiri oleh ratusan peserta ini juga diisi tausiah agama dari KH. Musta'in Syafi'i yang akrab disapa Yai Ta'in, yang  merupakan. Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Qur'an, Tebu Ireng, Jombang.  end

 

Berita Gaya Hidup Lainnya