Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Mayat di Sawah,

ternyata Anak Punk yang Dibunuh Teman Sendiri

MADIUN(Realita)- Hanya selang waktu 7 jam Polres Madiun akhirnya berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang mayatnya ditemukan di areal persawahan desa Kebonsari, kabupaten Madiun pada Minggu pagi (27/3/2016) kemarin. Mayat laki laki yang ditemukan tersebut bernama Rizky Putra Agustin (19), warga dusun Jetak kecamatan Pilangkenceng, kabupaten Madiun.

Kapolres Madiun AKBP Y Toni Saputra didampingi Kasatreskrim AKP Gatot Setya Budi saat memberi keterangan pada wartawan, Senin (28/3/2016.

Korban meninggal akibat dikeroyok oleh sekumpulan anak muda punk yang memang masih mengenal korban. Kapolres Madiun AKBP Y Toni Saputra menjelaskan, sebelum kejadian pengeroyokan tersebut korban beserta para pelaku mengadakan pesta minuman keras di lahan selepan padi tepatnya di belakang RSUD Caruban Panti Waluyo kabupaten Madiun. "Jadi pada Sabtu (26/3/2016) pukul 22.00 korban beserta para pelaku ini memang sudah saling mengenal dan mereka secara bersama sama mengadakan acara minum miras yang lokasinya di gudang slepan di belakang RSUD Caruban Panti Waluyo,"terang AKBP Y Toni Saputra kepada Realita.co, senen (28/3/2016). Selanjutnya Menurut Kapolres setelah korban mabuk berat para pelaku bersama sama menganiaya korban hingga korban meninggal dunia, AKBP Y Toni Saputra menambahkan motif para pelaku ini karena rasa jengkel terhadap korban karena korban sering memalak para anak anak punk lainnya, serta salah satunya mengambil alat musik kentrung milik para anak anak punk. "Saat korban sudah mabuk, para pelaku ini menganiaya korban mereka ada yang pakai tangan kosong, memukul pakai genteng, pakai batu serta ada yang memakai batu bata hingga akhirnya korban meninggal dunia. Motifnya mereka menganiaya hingga korban meninggal karena korban sering memalak para anak punk dan mengambil alat musik kentrung milik mereka sehingga memunculkan sikap dendam pada korban," terang Kapolres. Selanjutnya setelah menganiaya dan korban meninggal para pelaku segera membersihkan tempat kejadian perkara dan dengan memakai sepeda motor para pelaku ini membawa mayat korban ke dusun Kasreman untuk membuang mayat di areal persawahan tersebut. Keesokan hari sekiranya pukul 05.30 pagi, mayat ditemukan oleh warga yang hendak pergi ke sawah. Selain berhasil mengamankan 10 pelaku polres Madiun juga mengamankan barang bukti diantaranya 3 unit sepeda motor, akibat perbuatan tersebut para pelaku dikenakan pasal 170 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.dak

 

Berita Kriminal Lainnya