Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Militer Myanmar Anggap

Rohingya sebagai Ekstremis

YANGON (Realita)- Jenderal tertinggi Myanmar Min Aung Hlaing mengatakan, Rohingya tidak pernah menjadi kelompok etnis.

Min Aung Hlaing.

Dia bahkan menuduh ekstremis Rohingya saat ini tengah mencoba membentuk sebuah benteng di Negara Bagian Rakhine utara.

Pasukannya telah menghadapi tuduhan kekerasan terhadap warga sipil di Rakhine hingga memaksa mereka melarikan diri. Namun, ia menyangkal tuduhan tersebut dan berdalih pasukannya sedang melawan serangan ekstrimis yang mematikan.

Dalam sebuah unggahan di akun Facebook pribadinya pada Ahad (17/9), Jenderal Min Aung Hlaing mendesak masyarakat dan media di Myanmar untuk mempersatukan isu Rohingya. Dia mengatakan operasi militer dimulai setelah terjadi 93 bentrokan dengan ekstremis Rohingya yang dimulai pada 25 Agustus.

Kekerasan yang dilakukan ekstremis Rohingya tersebut, ujarnya, merupakan upaya terorganisasi mereka untuk membangun benteng pertahanan di Negara Bagian Rakhine. "Mereka menuntut pengakuan sebagai Rohingya, yang tidak akan pernah menjadi kelompok etnis di Myanmar. Masalah Bengali telah menjadi isu nasional dan kita perlu bersatu dalam menegakkan kebenaran," tulis dia, dikutip BBC.

Militan Rohingya menyerang pos polisi di Rakhine utara pada 25 Agustus dan menewaskan 12 petugas keamanan. Ratusan ribu warga Rohingya meninggalkan wilayah itu sejak militer Myanmar memberikan tanggapan dengan melakukan operasi militer brutal.pb

 

Berita Internasional Lainnya