Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Manajer Marketing: Yudi Gunawan. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
OJK Jatim Wujudkan Industri

BPR Syariah Tumbuh Sehat

SURABAYA (Realita) - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jawa Timur mengadakan Evaluasi Kinerja, Feed Back Pengawasan dan Capacity Building BPRS tahun 2018 di Hotel Singhasari Batu, Rabu (28/11/2018) siang.

Kepala OJK Regional 4 Jatim Heru Cahyono saat memberikan keterangan pers di Hotel Sighasari Batu, Rabu (28/11/2018) siang.

Acara ini dihadiri oleh Pemegang Saham, Direksi, Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah dari 28 BPRS se Jawa Timur. Evaluasi kinerja ini merupakan salah satu wujud konkrit kepedulian dan perhatian OJK terhadap perkembangan industri BPR Syariah di Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun.

Evaluasi Kinerja kali ini mengangkat tema “Penerapan Good Corporate Governance (GCG) dan Manajemen Risiko dalam Rangka Mewujudkan Industri BPRS yang Tumbuh Sehat, Terpercaya dan Berkelanjutan”. Dalam kegiatan evaluasi ini, OJK memberikan pemaparan mengenai perkembangan kinerja BPR Syariah sampai dengan triwulan III tahun 2018, menerima feed back atas pelaksanaan fungsi pengawasan serta melakukan capacity building mengenai penerapan GCG dan Manajemen Risiko pada perbankan syariah serta teknik pengawasan prinsip syariah.

Dalam sambutannya, Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur, Heru Cahyono  menyampaikan bahwa tantangan perekonomian Indonesia ke depan masih tergolong cukup tinggi seiring dengan ketidakpastian ekonomi global yang terus berlanjut dan dipengaruhi oleh ekspektasi pasar terhadap kenaikan Federal Fund Rate (FFR), perkembangan intensitas perang dagang (trade warj antara Amerika dan Tiongkok, serta krisis yang mengancam beberapa negara emerging market.

Menurut Heru, meskipun kondisi perekonomian global masih penuh dengan ketidakpastian, namun sistem keuangan Indonesia masih stabil dan terjaga dengan baik, tercermin dari ketahanan perbankan yang masih kuat dengan CAR 23,33%, kondisi likuiditas perbankan yang masih ample di tengah volatilitas pasar Keuangan dengan rasio AL/NCD > 100%, rasio AL/DPK > 20% dan LDR 93,39%. Intermediasi perbankan yang masih positif dengan pertumbuhan kredit 12,65% (yoy), risiko kredit yang masih manageable dengan rasio NPL/ F 2,66% dan pertumbuhan DPK masih positif sebesar 6,57% (yoy).

“Ekonomi Jawa Timur pada triwulan III 2018 tumbuh 5,40% (yoy) lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional (5,17%) dengan tingkat inflasi sebesar 2,75% lebih rendah dibandingkan inflasi nasional (3,16%). Sejalan dengan hal tersebut, sektor jasa keuangan di Jawa Timur juga mencatatkan kinerja yang positif, antara lain tercermin dari peningkatan volume usaha perbankan sebesar 6,28% (yoy) yang ditopang oleh pertumbuhan DPK sebesar 7,82% (yoy) dan kredit/pembiayaan 10,67% (yoy),” ucap Heru.

Di antara kinerja positif perbankan Jawa Timur, Bank Syariah mampu menunjukkan eksistensinya dengan mencatatkan pertumbuhan volume usaha sebesar 16,12% (yoy), DPK 13,84% (yoy) dan Pembiayaan 18,02% (yoy). Pertumbuhan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan perbankan di Jawa Timur.

Heru juga menegaskan, concern mengenai rasio NPF BPRS yang tergolong tinggi, mengingat tingginya NPF berpengaruh signifikan terhadap penilaian tingkat

kesehatan BPRS yang menjadi salah satu kriteria dalam penetapan status Bank Dalam Pengawasan Intensif (BDPI), sehingga diperlukan langkah-langkah konkrit.

 Untuk menurunkan tingginya rasio NPF tersebut lanjut Heru, sekaligus mengantisipasi peningkatan NPF. Terkait dengan pentingnya modal bank sebagai risk buffer dan pemenuhan ketentuan permodalan.

“Saya nerharap agar BPRS dapat mengantisipasi dan mengupayakan sejak dini kewajiban pemenuhan modal inti minimum yang harus dipenuhi pada akhir tahun 2020, terutama bagi BPRS dengan modal inti kurang dari Rp3 miliar maupun kurang dari Rp6 miliar,” tutup Heru. end

 

Berita Ekonomi Bisnis Lainnya