Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Ops Zebra Semeru 2017:

Pelanggar Didominasi Mahasiswa dan Pelajar!

SURABAYA (Realita) - Kesadaran dan kedislipinan tertib berlalu lintas masyarakat di Surabaya masih memprihatinkan.

Kasatlantas polrestabes surabaya akbp adewira siregar saat memimpin operasi zebra semeru di kawasan raya darmo surabaya.

Itu terbukti dari selama gelaran operasi Zebra Semeru 2017 yang dilakukan selama 13 hari, yakni mulai 1 - 13 November 2017.

Berdasar data yang di dapat dari polisi, ada sebanyak 26.526 pelanggaran dari pengendara roda dua dan empat di jalanan Kota Pahlawan. Jumlah pelanggaran itu sendiri, naik hingga 54 persen dibanding operasi Zebra Semeru 2016, yang hanya sebanyak 17.228 pelanggaran kendaraan yang terkena tilang.

"Kendaraan roda dua atau sepeda motor merupakan paling dominan melanggar, yakni tercatat 20.403 terkena tilang," ujar Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Adewira Siregar kepada wartawan, Selasa (14/11).

Jenis pelanggarannya, kata dia, yakni bermacam-macam. Untuk motor sendiri, yaitu seperti helm, boncengan lebih dari satu orang, marka, melawan arus, tidak menyalakan lampu, menggunakan handphone, tidak patuh rambu dan tidak dilengkapi SIM atau STNK.

"Kalau mobil, pelanggaran paling banyak menyalahi rambu parkir, ada 1.013 pelanggaran," tambah Adewira. Dari jumlah pelanggaran itu, ternyata pelajar dan mahasiswa menjadi peringkat teratas melakukan pelanggaran.

Kaum milenial atau anak zaman sekarang tersebut paling dominan melanggar lalu lintas di jalanan Kota Pahlawan, yakni mencapai 8.623. Angka itu naik 50 persen dibanding operasi Zebra Semeru 2016, yang teracatat ada 5.737 pelanggaran.

"Mereka itu (pelajar dan mahasiswa) dalam rentang usia 16 sampai 20 tahun, dan paling banyak melakukan pelanggaran lalu lintas," jelas polisi dengan dua melati dipundaknya itu.

Adewira menyatakan, dari sekian banyak pelanggaran lalu lintas, SIM pelaku yang melakukan pelanggaran didominasi pengedara motor, yakni mencapai 9.316 orang. Angka itu naik 43 persen dibanding pelanggaran pada operasi Zebra Semeru 2016 yang tercatat hanya 6.479 orang.

Sementara Wakasat Lantas Polrestabes Surabaya Kompol Yhogi Hadisetiawan menambahkan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi jauh-jauh hari sebelum digelarnya operasi Zebra Semeru 2017.

Sosialisasi tersebut dilakukan ke semua masyarakat Surabaya, seperti pemasangan spanduk, menyebarkan brosur, dan mendatangi ke sekolah-sekolah yang ada di Surabaya.

"Melalui media-media, media sosial (medsos) dan komunitas juga dilakukan. Tujuannya supaya masyarakat mematuhi aturan lalu lintas selama berkendara," tuturnya.

Kepada masyarakat, Satlantas Polrestabes Surabaya meminta semua pengendara selalu mentaati peraturan lalu lintas saat berada di jalanan. Tujuannya, yakni demi keselamatan bagi pengendara ataupun pengguna jalan lainnya.zain

 

Berita Layanan Publik Lainnya