Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Orang China Sudah

Tak Pakai Uang

JAKARTA  (Realita) - Presiden Joko Widodo mengungkapkan, teknologi menyebabkan persaingan global semakin sengit.

Uang konvensional sudah tak dipakai lagiu di China.

Seluruh negara berlomba menciptakan teknologi mutakhir demi memenangkan persaingan tersebut.

Dia mencontohkan, China dengan raksasa e-commerce-nya, Alibaba menciptakan platform pembayaran berbasis daring (online) yang memungkinkan masyarakatnya tidak perlu membawa uang cash saat berbelanja di pusat perbelanjaan.

Masyarakat di Negeri Tirau Bambu tersebut, menurutnya, kini sudah tidak lagi menggunakan uang cash untuk berbelanja.

"Alibaba sekarang sudah keluarkan Alipay. Kalau kita ke China bayar cash ditertawakan. Pakai credit card saja sudah diketawain. Kalau masuk mall ditanya, credit or mobile. Jadi pakai HP. Tentunya diminta akun di perbankan kita, langsung ketarik berapa juta belanja kita," katanya dalam acara Musrembangnas 2017 di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (26/4/2017).

Pada saat negara lain berlomba menciptakan teknologi mutakhir, lanjut mantan Gubernur DKI Jakarta ini, Indonesia justru masih berkutat pada pembangunan pelabuhan dan jalan tol. Di Tanah Air saat ini masih berputar pada rutinitas yang terus berulang, tanpa berpikir menciptakan masa depan yang fantastik.

"Ini kecepatan perubahan yang harus kita ikuti. Kalau masih berputar dengan rutinitas, berputar mengulang-ngulang, sampai kapan kita akan bicara Tesla, Alipay. Kapan kita mau ke sana. Ikutilah hal seperti ini," imbuh dia. 

Menurutnya, teknologi telah membuat perubahan menjadi semakin cepat dan dinamis. Saat masyarakat di Tanah Air menggandrungi internet, kemudian dunia tiba-tiba muncul artificial intelligence yang memungkinkan sistem kerja komputer melakukan pekerjaan sebaik manusia. Jika perubahan tersebut tidak diikuti, maka Indonesia akan tertinggal negara lain.

"Kita ini baru gunakan internet, tiba-tiba sudah muncul mobile internet. Baru tahu dikit-dikit tiba-tiba muncul artificial intelligent. Inilah kecepatan yang harus kita ikuti kalau tidak ingin ditinggal," tandasnya.indo

 

Berita Internasional Lainnya