Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Orang Mau Bunuh

Diri Bisa Dideteksi

JAKARTA (Realita) - Bunuh diri merupakan tindakan yang direncanakan seseorang untuk mengakhiri hidupnya.

Bunuh diri tidak terjadi secara spontan, melainkan tindakan yang terjadi setelah dipicu berbagai macam hal. Diantaranya mereka memiliki masalah dalam keluarga, depresi karena masalah cinta, masalah ekonomi, hingga masalah di lingkungan seperti dikucilkan. Masalah ini bisa membuat mereka berpikir bunuh diri untuk memecahkan masalah. Padahal, bunuh diri sama sekali bukan cara untuk menghilangkan masalah dari hidup. “Salah satunya mereka merasa sendiri dan putus asa dalam menghadapi permasalahan kehidupan sehingga tidak bisa lagi melihat sisi sisi positif dari suatu kehidupan,” ujar Psikolog, Tiwin Herman dalam diskusi memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia di Hotel Ibis, Jakarta, kemarin. Untuk itu, seseorang yang berpotensi melakukan bunuh diri pun dapat dikenali ciri-ciri atau gejalanya. Ciri-ciri ini sebaiknya dikenali agar Anda dapat ikut berperan mencegah seseorang melakukan bunuh diri. Berikut ciri-cirinya.

Perubahan sikap dan emosi Seseorang yang berpikir untuk bunuh diri akan mengalami perubahan sikap maupun tingkah laku. Jika sebelumnya orang tersebut dikenal sosok yang ceria, maka akan berubah menjadi pendiam. Selain itu mudah tersinggung, cepat marah, gelisah, dan sulit tidur. Ketika mereka merasa tak sanggup lagi menghadapi masalahnya. Mereka juga akan merasa sedih dan sering menangis. Menarik diri dari lingkungan Ketika masalah datang, beberapa orang memilih untuk menyendiri. Secara perlahan, mereka kemudian menarik diri dari komunitas atau lingkungan. Mereka juga menjadi tidak bersemangat untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Membicarakan masalah kematian Seseorang yang berpikir untuk bunuh diri juga bisa ditunjukkan dengan membicarakan masalah kematian. Misalnya mengeluarkan kalimat, “kalau begini aku mati saja”, “aku mau bunuh diri”, atau “buat apa hidup, lebih baik saya mati”. Selain itu, mereka merasa putus asa, tak beharga, maupun tak berdaya dengan mengeluarkan kalimat “Saya tidak sanggup lagi”, “saya sudah tidak mampu lagi”, “saya telah gagal dan menjadi beban”, “orang lain akan lebih senang tanpa saya”, dan sebagainya. Menyakiti diri sendiri Gejala yang sudah cukup berat yaitu mulai menyakiti diri sendiri. Misalnya, tidak mau makan, menyayat tangan dengan silet atau pisau dan meminum obat nyamuk. Hal ini termasuk percobaan bunuh diri. Memberikan barang atau uang secara khusus Anda perlu curiga ketika kerabat dekat tiba-tiba memberikan barang kesayangannya secara tiba-tiba. Selain itu, bisa juga memberikan uang secara khusus tanpa alasan. Tak hanya itu, tiba-tiba ia juga meminta maaf pada orang-orang yang dikenalnya. Fanatik pada agama atau sebaliknya Selain gejala di atas, seseorang yang cenderung ingin bunuh ini juga bisa secara tiba-tiba fanatik kepada agama yang dianutnya. Bisa juga sebaliknya, yaitu tidak percaya pada tuhan. Peran sahabat, keluarga, kekasih, maupun kerabat sangat dibutuhkan untuk mencegah seseorang melakukan aksi bunuh diri. “Kita harus bisa mengambil, bisa menangkap yang terisat dari yang tersurat. Hal yang tidak terucapkan,” kata Tiwin. dm

 

Berita Internasional Lainnya