Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Pabrik Tahu di Sumenep Meledak,

3 Luka dan 1 Tewas

SUMENEP (Realita) - Pabrik tahu yang berlokasi di Dusun Karongkong, Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur meledak pada Kamis (6/4/2017) sekira pukul 13.00 WIB.

Pabrik tersebut merupakan milik warga setempat bernama Abdurrahman dan Saruki.

Kondisi pabrik yang hancur karena ledakan.

Keduanya merupakan saudara kandung.

Keterangan yang diperoleh kepolisian setempat, ledakan diduga bersumber dari tabung uap pabrik yang saat itu masih proses uji coba, tabung uap dengan diameter 90 cm x 1 meter itu tiba-tiba meledak saat tengah digunakan.

"Ledakannya mengakibatkan tutup tabung lepas dan terlempar sekitar 6 meter serta uap air dan air panas mengenai para korban dan merusak bangunan kayu sampai roboh," kata Kabag Humas Polres Sumenep, Suwardi, Kamis (6/4/2017).

Kejadian tersebut mengakibatkan empat orang menjadi korban, dengan kondisi tiga orang mengalami luka-luka dan satu di antaranya meninggal dunia.

"Tiga orang korban masih ada hubungan keluarga, termasuk yang meninggal, dan yang satu lagi seorang tutor dari kegiatan percobaan pabrik tahu tersebut," bebernya.

Lebih lanjut Suwardi menjelaskan, tiga korban luka oleh masyarakat setempat langsung dilarikan ke Puskesmas Pandian, Kecamatan Korta. Kondisinya 80 % luka bakar serta melepuh dibeberapa bagian tubuh karena terkena air panas.

Tiga orang itu adalah Dayat (40), seorang tutor yang berasal dari Kecamatan Kota Kabupaten Situbondo. Dia menderita luka robek di kepala dan luka bakar di bahu dan paha.

Kemudian Sahmuni (34) warga setempat, dengan luka bakar di wajah, robek di telinga, luka bakar pada bagian wajah serta bahu sebelah kanan.


Jansen, korban yang tewas dievakuasi warga.

Korban luka berikutnya adalah Ikmatul Qomariyah (9), dengan luka di jari tengah, luka lebam diperut kanan bawah dan luka lecet di rusuk kanan

"Sedangkan korban meninggal beranama Jansen Adi Irawan (12), dia anak Pak Saruki, luka yang dideritanya pada bagian pipi kiri, pelipis kiri, lengan tangan kanan, lengan belakang kiri, paha bagian dalam kanan kiri (akibat air panas), pinggang belakang, tengkuk belakang telinga kiri (akibat tertindih kayu)," tukasnya.

Kata Suwardi, pihak Kepolisian setempat sudah mendatangi TKP dan memasang police line serta meminta keterangan sejumlah saksi. Namun dia mengaku pihaknya belum dapat menyimpulkan mengenai penyebab meledaknya tabung uap tersebut.bad

 

Berita Kriminal Lainnya