Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Pantai Pasir Putih Segera

Kembali Tertutup Untuk Umum

TUBAN(realita) - Bagi Anda yang belum pernah mengunjungi Pantai Pasir Putih, Desa Remen, Kecamatan Jenu, segeralah berkunjung.

Wisata Pantai Pasir Putih

Tak lama lagi destinasi itu bakal kembali tertutup untuk umum. Kepala Seksi Pariwisata Bidang Pariwisata, Seni dan Kebudayaan Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) Tuban, Listyo Utomo, mengatakannya, Kamis (3/9/2015), di ruang kerjanya. Hasil pembicaraan dengan pihak Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), kata Listyo Utomo, Pantai Pasir Putih bakal kembali disterilkan karena pabrik aromatic itu bakal segera beroperasi kembali. " Katanya September ini. Tapi nggak tahu, kok belum ada informasi lebih lanjut," kata Listyo Utomo. Pihak Disperpar sendiri, lanjut Listyo Utomo, tidak bisa berbuat banyak untuk menyelematkan Pantai Pasir Putih. Tempat itu sebelumnya memang telah dikuasai TPPI dan tidak difungsikan sebagai destinasi wisata. " Pasir Putih itu sebenarnya pembuangan limbah TPPI. Karena itu sangat beresiko kalau dikunjungi banyak orang. Banyak limbah beracun berbahaya. Jadi memang sebaiknya ditutup untuk umum," kata Listyo Utomo.

Wisata Pantai Pasir Putih

Listyo Utomo tak menampik potensi ekonomi Pantai Pasir Putih yang lumayan besar. Hampir tiap hari ratusan orang mengunjungi tempat itu, sejak Pemerintah Desa dan warga setempat membuka pantai itu untuk wisata. Impact ekonomi langsung dirasakan masyarakat sekitar. Sehari mereka bisa mengantongi keuntungan bersih Rp 150 ribu dari hasil berjaualan makanan dan minuman di tempat itu. Tapi seberapa pun besar manfaat ekonomis yang bisa dipetik dari Pantai Pasir Putih, tempat itu tetal tak bisa direkomendasikan sebagai destinasi wisata, mengingat resiko yang ditimbulkan jauh lebih besar dari keuntungan ekonomi yang didapat. Sekretaris Kecamatan Jenu, Suwoto, berpendapat sama. Tempat yang sekarang bernama Pantai Pasir Putih itu memang tidak layak dijadikan tempat wisata dan dikunjungi banyak orang.

Wisata Pantai Pasir Putih

Sebab selain TPPI, Pertamina juga bakal membangun jalur distribusi minyaknya di dekat Pantai Pasir Putih. Terlebih tempat itu sudah ditetapkan sebagai kawasan industri. " Kalau mau dialih fungsikan, AMDALnya harus dirubah. Perdanya juga harus dirubah. Lebih sulit. Jadi kita sepakat Pasir Putih dikembalikan ke fungsinya semula, sebagai area pembuangan limbah TPPI," kata Suwoto. Namun kendati demikian, Muspika setempat menyarankan pihak TPPI sudi memberi ganti rugi pada warga sekitar. " Nilai ekonomi yang hilang itu harus diganti, agar masyarakat tetap memperoleh pendapatan, tidak kembali miskin," kata Suwoto. bek

 

Berita Layanan Publik Lainnya