Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Panwaslu Jewer

Maidi dan Sutoyo


MADIUN (Realita) - Panwaslu Kota Madiun kirim surat teguran kepada dua aparatur sipil negara (ASN) yang menghadiri acara internal partai, Rabu (7/2/2018).

Ketua Panwaslu Kota Madiun, Kokok Heru Purwoko.

Kedua ASN tersebut yakni Sekretaris Daerah kota Madiun, Maidi serta dosen IAIN Ponorogo yang juga ketua MUI Kota Madiun, Sutoyo.

Ketua Panwaslu Kota Madiun, Kokok Heru Purwoko saat ditemui diruang kerjanya membenarkan tentang adanya surat teguran untuk dua ASN di pemerintahan kota Madiun. Bukti-bukti juga sudah ada, sehingga Rabu (7/2) surat teguran sudah dilayangkan kepada Maidi dan Sutoyo dengan tembusan Walikota Madiun.

"Pak Maidi itu harap diingat bahwa beliau,  statusnya masih ASN walaupun dia adalah bakal pasangan calon walikota Madiun. Apalagi sebagai sekda kota Madiun. Sehingga dalam hal ini melekat kode etik seorang ASN,” tegas Kokok.

 Dengan kedatangan keduanya  di acara partai di hotel Merdeka dan  di GOR  juga untuk acara kepentingan partai, sehingga pada hari ini dengan bukti-bukti yang ada,  kami layangkan surat teguran secara tertulis kepada beliau (Maidi dan Sutoyo) dan tembusan kepada wali kota," imbuh Kokok.

Pria yang akrab dipangil Kokok HP ini menegaskan, pelanggaran yang dilakukan adalah karena ikut menghadiri acara partai. Hal itu melanggar PP no.42 tahun 2004 bahwa ASN itu dilarang untuk menghadiri kegiatan kegiatan partai apapun alasannya, "Pelanggarannya ya itu tadi menghadiri acara acara partai hal itu ada di PP 42 tahun 2004. Meski menghadiri di nluar dinas, karena status ASN itu masih melekat," jelasnya.

Panwaslu berharap kepada ASN kota Madiun untuk bersikap netral, khususnya untuk Maidi. Menurut hematnya pasangan bakal calon walikota itu menunggu penetapan setelah tanggal 12 Februari nanti. “Barulah dia berhak mengadakan kegiatan kegiatan dengan pasangan calon walikota lain. Dan pihak Panwaslu pun akan memaklumi jika pada tanggal tersebut surat pengunduran dirinya belum terealisasi,: tegas Kokok.

"Ini sudah last minute kan, nanti jika tidak ada aral melintang tanggal 12 penetapan sudah ada, barulah Maidi bisa melakukan kegiatan bersama paslon lainnya, meskipun pada tanggal tersebut mungkin surat pengunduran dirinya belum teralisasi kita bisa maklumi itu," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Maidi dan Sutoyo kepergok  mengikuti acara internal PDI-P yaitu Rakercabsus yang diselenggarakan DPC PDI-P Kota Madiun di Hotel Merdeka, Madiun, Senin (5/2/2018) pagi kemarin.dak

 

Berita Politik Lainnya