Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Pasutri dan Baby

Sitter Kompak Nyabu Bareng

SURABAYA (Realita) - Terdakwa sekaligus pasangan suami istri (pasutri) Anastasia Rosmala Dewi dan Lie Kian Tjoen, warga  jalan Dukuh Kupang Barat Gang XVIII No 19, nampaknya bakal meneruskan biduk rumah tangganya di balik di Lembaga Pemasyarakatan.

Terdakwa Lie Kian Tjoen, Anastasia Rosmala Dewi (pasutri) dan Inti Suryani sebagai babby sitternya.

Pasalnya pasutri ini dituntut 8 tahun penjara atas kasus kepemilikan narkotika. "Menuntut hukuman 8 tahun penjara kepada masing-masing terdakwa (Anastasia Rosmala Dewi dan Lie Kian Tjoen), subsider Rp 800 juta, atau jika tidak bisa membayar denda, maka kedua terdakwa wajib menjalani kurungan selama 3 bulan," ujar jaksa penuntut umum Ali Prakosa di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (06/12/2017).

Dalam surat tuntutan, jaksa Ali Prakosa menjelaskan kedua terdakwa telah terbukti secara sah bersalah menyimpan, memiliki narkotika jenis sabu tanpa ijin. Selain itu, kedua terdakwa dianggap tidak mendukung program pemerintah dalam memerangi peredaran gelap narkotika.

Sedangkan untuk terdakwa Inti Suryani yang berstatus sebagai babby sitter dari kedua terdakwa sekaligus Pasutri tersebut hanya dijatuhi tuntutan 1 tahun penjara, lantaran mengetahui kejadian tersebut, namun tidak melaporkan kepada pihak yang berwajib.

Diketahui, terdakwa 1 Anstasia Rosmala Dewi dan twrdakwa 2 Lie Kian Tjoen ditangkap Satreskoba Polrestabes Surabaya dirumahnya jalan Dukuh Kupang Barat Barat Gang XVIII No 19 ada hari Rabu tanggal 03 Mei 2017 sekitar pukul 07.30 WIB.

Hasil penggeledahan, polisi mendapatkan barang bukti satu buah kotak warna putih merk krisbow yang berisi poket plastik yang diduga berisi narkotika jenis sabu dengan berat netto 5,807 gram yang disimpan dalam almari, 1 buah timbangan dan 1 buah bong dan 1 buah dompet warna hijau yang berisi 1 poket plastik yang berisi 9 ( butir pil bentuk love yang diduga narkotika jenis extacy dengan berat 3,09 gram, 1 poket plastik yang berisi 4 butir pil logo R yang diduga narkotika jenis extacy dengan berat 1,51 gram, 1  poket plastik yang berisi 3 butir pil warna pink logo E yang diduga narkotika jenis extacy dengan berat 1,02 gram, 1 butir pil yang diduga happy five. Hasil penyidikan polisi, semua barang haram tersebut adalah milik terdakwa 1 dan 2.

Untuk pil extacy warna pink logo E dibeli dari Sdr MBING (belum tertangkap) sekitar 4 bulan sebelum Terdakwa I dan Terdakwa II tertangkap dengan harga perbutir Rp.250.000,-  Untuk narkotika jenis sabu dibeli dari Sdr MBING (belum tertangkap) sekitar 3 minggu sebelum Terdakwa I dan Terdakwa II tertangkap dengan harga per gram Rp.1.350.000,- Untuk pil extacy logo R dibeli dari Sdr MBING (belum tertangkap) sekitar 3 minggu sebelum Terdakwa I dan Terdakwa II tertangkap dengan harga perbutir Rp.250.000. Untuk pil extacy warna pink logo E dibeli dari Sdr MBING (belum tertangkap) sekitar 4 bulan lalu dengan harga perbutir Rp.250.000,-. Untuk narkotika jenis sabu dibeli dari Sdr MBING (belum tertangkap) sekitar 3 minggu sikam dengan harga per gram Rp.1.350.000,-.

Akibat perbuatan tersebut JPU Ali Prakosa dari Kejari Surabaya mengancamnya dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.ys

 

Berita Hukum Lainnya