Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
PBB Serius

Bahas Rohingya

RAKHINE (Realita)- Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan mengadakan pertemuan guna menanggapi laporan mantan Sekretaris Jendral (Sekjen) Kofi Annan.

Seorang ibu etnis Rohingya memeluk anaknya yang tewas karena tenggelam saat akan mengungsi.

Laporan yang rencananya digelar pada Jumat (13/10) itu akan membahas situasi di Rakhine, Myanmar.

Annan akan mempresentasikan hasil investigasi dewan penasihat terkait Rakhine selama Agustus kemarin. Politisi asal Ghana itu diminta merepresentasikan laporan tersebut oleh Presiden Myanmar, Aung San Suu Kyi.

Laporan tersebut akan meminta aksi tanggap dari otoritas Myanmar menanggapi situasi Rohingya. Pengungsi saat ini tidak memiliki status kewarganegaraan dan melarikan diri ke Bangladesh.

"Pejabat urusan politik PBB, Jeffrey Feltman, akan terbang ke Myanmar selama empat hari guna membahas masalah mendesak ini," kata pernyataan resmi PBB seperti diwartakan Channelnews Asia, Kamis (12/10).

Sebelumnya Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres meminta Myanmar segera mengakhiri operasi militer di Rakhine. PBB juga meminta pemerintah untuk menerima kembali pengungsi Rohingya yang melarikan diri.

Sementara berdasarkan laporan Dewan HAM PBB, menyebut operasi militer pemerintah Myanmar menjadi langkah strategis untuk memastikan etnis Rohingya keluar dari negeri itu. Kesimpulan itu didapatkan Dewan HAM PBB usai mewawancarai 65 pengungsi Rohingya di Bangladesh.

PBB menilai tindakan militer yang dilakukan sangat terorganisasi, terkoordinasi, dan sistematik. Operasi itu dimulai sebelum serangan pemberontakan terhadap pos polisi pada 25 Agustus lalu, mulai dari pembunuhan, penyiksaan, dan pemerkosaan anak-anak.

PBB berkeyakinan pasukan Myanmar sengaja menghancurkan harta benda hingga membakar tempat tinggal warga di Rakhine utara. Tidak hanya untuk mengusir penduduk secara massal tapi juga mencegah mereka yang melarikan diri untuk kembali ke rumah.ikl

 

Berita Internasional Lainnya