Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
PDIP Nilai Tepat

MK Tolak Gugatan PT

JAKARTA (Realita) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan ambang batas pencalonan presiden atau Presidential Threshold (PT) 20 persen dapat menghasilkan pemimpin nasional yang negarawan dan merekatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tjahjo Kumolo.

Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan presidential threshold sudah sesuai dengan argumentasi pemerintah selama ini.
"Argumen yang dibangun oleh pemerintah baik dalam pembahasan Pansus DPR dan sidang MK, selama ini sudah tepat, sejalan tegak lurus dengan konstitusi," kata Tjahjo dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/1/2018).
Dia menuturkan, presidential threshold dalam Pemilu 2019 diperlukan untuk memperkuat sistem demokrasi yang selama ini dianggap berkualitas. Selain itu, ia yakin presidential threshold dapat menghasilkan pemimpin nasional bercorak negarawan dan mampu merekatkan kesatuan bangsa.
"Pres-hold diperlukan semata-mata untuk memperkuat sistem demokrasi yang berkualitas, yang mampu menghadirkan pemimpin nasional yang negarawan dan mampu menjadi pemimpin perekat NKRI," pungkas Tjahjo.
Sebagaimana diketahui, MK menolak uji materi (judicial review) Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang diajukan beberapa pihak.
Pasal 222 sendiri mengatur ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold partai politik atau gabungan partai politik harus memiliki 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional pada Pemilu 2014 lalu untuk bisa mengusung pasangan capres dan cawapres pada Pemilu 2019.
Kendati begitu, Mahkamah dalam hal ini mengabulkan gugatan mengenai verifikasi partai politik yang tertuang dalam Pasal 173 Ayat (1) dan Ayat (3) UU Pemilu. Keputusan itu mewajibkan partai politik peserta Pemilu 2014  tetap mengikuti proses verifikasi faktual.ly

 

Berita Politik Lainnya