Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Pelaku Gendam Rp

4 Miliar Akhirnya Dibekuk

SURABAYA (Realita) - Kerja keras Tim Antibandit Polrestabes Surabaya memburu pelaku gendam atau hipnotis yang beraksi di Perum Galaxy Bumi Permai B5 pada Senin (6/11) lalu, akhirnya membuahkan hasil.

Sandi, otak pelaku gendam di Perum Galaxy bumi permai yang membawa kabur barang-barang berharga senilai Rp 4 miliar, saat dirilis di Mapolrestabes Surabaya, selasa (5/12).

Seorang pelaku dapat diamankan bersama barang bukti barang-barang berharga senilai Rp 4 miliar.


Pelaku gendam itu adalah Sandi Ardiansyah, asal Jalan Peuteuy Condong, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat. Lelaki berusia 29 tahun tersebut diamankan Tim Antibandit Unit Resmob setelah kabur selama sebulan.


"Tersangka SA, berhasil diamankan Tim Antibandit saat kabur atau bersembunyi dirumahnya," ujar Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan kepada wartawan, Selasa (5/12).


Rudi menjelaskan, tersangka Sandi selalu beroperasi dengan berpindah-pindah kota. Di Surabaya, dia menyewa rumah, lalu menyewa mobil untuk sarana operasionalnya. Sasarannya adalah rumah-rumah mewah.


Nah, saat beraksi di Perumahan Galaxy Bumi Permai, Sandi menyasar dua orang pembantu yang terlihat baru pulang dari pasar. Awalnya pura-pura tanya alamat. Lalu kedua pembantu ini diajak masuk ke dalam mobil yang telah disewa tersangka.


"Setelah tanya alamat itu, SA mengaku bisa menyembuhkan penyakit dan menyelesaikan berbagai masalah. Mungkin dua pembantu ini kebetulan sedang punya masalah, sehingga mau saja ketika diajak masuk ke dalam mobil," terangnya.

Sandi Ardiansyah, otak pelaku gendam Rp 4 miliar saat digelandang polisi di Mapolrestabes Surabaya, selasa (5/12).

Di dalam mobil itulah kedua pembantu tersebut dihipnotis. Kemudian dua pembantu ini diminta masuk ke rumah majikannya untuk menguras barang-barang berharga dengan merusak lemari yang terkunci.


"Jadi tersangka SA sama sekali tidak masuk ke rumah korbannya, yang mengambil barang-barang berharga adalah dua orang pembantu yang telah dihipnotisnya. Lalu barang-barang berharga yang didapat oleh kedua pembantu ini diantar ke tersangka yang menunggu di dekat pos satpam," jelas Rudi.


Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1993 itu melanjutkan, pencurian di satu tempat kejadian perkara di Perumahan Galaxy Bumi Permai itu merugikan korban atau pemilik rumah, yakni Putra Lingga Tan, senilai Rp 4 miliar.


Sementara hasil penyidikan yang sudah dilakukan, Sandi merupakan otak dari kasus gendam ini. Dia telah menjalankan pencurian dengan modus serupa sejak tahun 2009. Setiap beraksi, Sandi selalu ditemani oleh seorang lainnya yang selalu berbeda-beda, yang berperan sebagai sopirnya.


"Kalau menurut pengakuannya, di Surabaya baru beraksi sebanyak dua kali, tapi masih akan kami kembangkan lagi. Termasuk kami masih memburu orang-orang yang bekerja bersamanya," tandasnya.zain


 

Berita Kriminal Lainnya