Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Pemkot Surabaya Bakal

Evaluasi Sentra Kuliner

SURABAYA (Realita)- Pemkot Surabaya selama ini acapkali disemati stigma rajin membangun sentra wisata kuliner, tetapi kurang pandai menghidupkan sentra yang dibangun.

Kadis Koperasi dan UMKM bersama jajaranya melakukan jumpa pers, Rabu (11/1).

Stigma itu tidak lepas dari adanya sentra kuliner yang masih “belum hidup” dalam artian belum mampu jadi jujugan masyarakat. Karenanya, di tahun 2017 ini, Pemkot Surabaya akan fokus menghidupkan beberapa sentra kuliner yang telah dibangun.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya, Eko Haryanto mengatakan, di tahun 2017 ini, dinas nya tidak akan fokus pada pembangunan sarana dan prasarana sentra PKL/kuliner baru. Namun, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro akan fokus pada beberapa pekerjaan rumah dalam upaya menghidupkan beberapa sentra wisata kuliner yang telah dibangun Pemkot Surabaya. Eko menyebut akan mengevaluasi sentra kuliner yang ada.

“Kami akan mencoba melihat kelemahan-kelemahan dari sentra-sentra kuliner ini lalu mencoba untuk memberdayakan mereka,” tegas Eko Haryanto ketika jumpa pers di Kantor Bagian Humas, Rabu (11/1/2017).

Menurut Eko, ada 40 an sentra kuliner di Surabaya. Dia menyebut dinasnya akan berkeliling untuk melihat langsung sentra kuliner tersebut. Dari hasil evaluasi setelah mendatangi beberapa sentra kuliner, Eko menyebut ada sentra kuliner yang masih sepi, ada yang ramai tetapi kurang bagus manajemennya, dan ada yang memang benar-benar ramai. Eko menyebut, ada sentra kuliner yang pedagangnya sebelumnya sudah punya segmen pembeli tetapi. Tetapi ketika dipindah ke gedung sentra kuliner yang tempatnya lebih layak, malah sepi.

“Itu yang coba kami urai masalahnya. Kami akan berkeliling ke semua sentra kuliner untuk mengetahui penyebabnya kenapa kok tidak ramai. Kami akan coba cari solusinya. Intinya perlu ada sentuhan pemerintah di situ,” tegas pria yang pernah menjabat kepala dinas sosial ini.

Menurut Eko, ada tiga hal penting yang harus dilakukan dalam upaya menghidupkan sentra kuliner di Surabaya. Yakni manajemen produksi, manajemen keuangan dan manajemen pengelolaan. Karenanya, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya akan lebih banyak menyentuh peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), peningkatan produksi dan juga manajemen pengelolaan.

“Itu yang kurang. SDM akan kami latih. Termasuk manajemen keuangan akan kami tata. Selama ini mereka cenderung uang kelompok dan pribadi itu bercampur sehingga perlu ada tata kelola keuangan yang standar,” sambung Eko.

Fokus lainnya adalah menata penampilan sentra kuliner menjadi lebih bagus dan bersih, makanan yang dijual menarik, taste alias rasa makanan tersebut unik. Dan yang tidak kalah penting adalah membangun brand agar di setiap sentra PKL punya keunikan dan keunggulan seperti halnya di sentra kuliner Taman Bungkul yang terkenal dengan rawon nya. Bila semua hal itu bisa dilakukan, Eko optimistis, harapan untuk melihat setra kuliner bisa menjadi menopang peningkatan destinasi wisata, bisa terwujud. “Harapan kami, Maret nanti sudah ada penampilan berbeda. Ini saya kejar tayang. Karena itu, saya butuh bantuan teman-teman media untuk ikut memberikan saran,” jelas Eko.nov


 

Berita Layanan Publik Lainnya