Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Pengamat : Presidium Reuni

Aksi 212 Harusnya Bikin Parpol

JAKARTA (Realita)  - Pengamat Politik dari Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo meminta agar Presidium Aksi 212 untuk membentuk partai politik (Parpol).

Massa Reuni 212 di Jakarta, Sabtu (2/12).

Alasannya, dalam acara Reuni Akbar 212 di Monas, Jakarta, Sabtu (2/12/2017), mengandung muatan politik dan ingin mengubah ideologi. Padahal ideologi Pancasila sudah final untuk Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

"Bahwa ada agenda politik di balik gerakan 212 saat ini sudah mulai terkuak. Sebelum tabir itu terang, saya sudah sampaikan apakah betul aksi 212  itu membela Islam atau ada aksi lainnya," kata Karyono Wibowo dalam diskusi "Ada Apa Dengan 212" yang digelar Komnas Gerakan Mahasiswa 212 di Jakarta, Sabtu (2/12/2017).

Menurut Karyono, bukti ada gerakan dalam aksi 212 yakni dengan melembagakan Reuni 212 sehingga akan memuat agenda politik. Padahal yang namanya reuni itu berlaku untuk anak sekolah dari jenjang SMP, SMA, kuliah. Sementara peserta aksi 212 adalah berasal dari berbagai lintas dan umum. Adanya agenda politik juga disampaikan Pembina Presidium 212 Kapitra Ampera bahwa Aksi 212 “Real Politics”.

"Waktu itu saya jelas katakan, aksi itu ada agenda politik. Yang diserang Ahok. Gerakan untuk menjatuhkan Ahok berhasil," tegasnya.

Lebih lanjut Karyono mengatakan, indikator aksi 212 ada muatan politik adalah ada pernyataan dari peserta  212 untuk tidak pilih pemimpin yang  menistakan agama. Selain itu juga jangan memilih partai yang mendukung penista agama. Dengan adanya pernyataan - pernyataan tersebut maka tidak terbantahkan bahwa aksi 212 jelas mengandung politik.

"Selain di DKI Jakarta, informasi itu juga disebarkan di daerah-daerah. Apalagi saat ini menjelang pilkada," paparnya.

Lebih jauh dia  mengakui, memang tidak salah setiap orang berkumpul untuk berpolitik. Karena setiap warga negara memiliki hak berpolitik. Namun dalam berpolitik di Indonesia ada rambu-rambu dan peraturan yang harus ditaati diantaranya harus berideologi Pancasila. Sehingga jika ada organisasi yang tidak berlandaskan Pancasila maka harus dibubarkan sesuai UU Nomor 2 tahun 2017.

"Saya bangga jika kawan-kawan di 212 mengatakan benar saya ada agenda politik dan membentuk parpol," jelasnya.

Adanya gerakan politik dalam Aksi 212 juga disampaikan Koordinator Komnas Gerakan Mahasiswa 212, El hakim. Dengan adanya gerakan politik, maka pihaknya tidak sepakat dengan acara reuni akbar 212. Pasalnya reuni yang diselenggarakan di Monas, Gambir, Jakarta Pusat itu diduga bermuatan poltik.

"Kami Komite Nasional Gerakan Mahasiswa 212 menyatakan dengan tegas menolak dijadikan alat kepentingan atau komoditas politik untuk meraih kekuasaan dalam bentuk apapun. Kami mau murtad dari 212 tapi murtad ke jalan yang benar," katanya. 

Dalam kesempatan ini El Hakim mengajak semua pihak untuk mewaspadai upaya merongrong NKRI lewat adu domba. 

"Kami menyatakan dengan tegas tidak rela negeri ini terpecah- belah. Kami juga setia menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia, sebagai bukti cinta pada merah putih, " pungkasnya.beby

 

Berita Politik Lainnya