Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Penyelundupan Sabu 230 Kg

dan 30 Ribu Ekstasi Digagalkan

JAKARTA (Realita) - Tim gabungan Satuan Tugas (Satgas) Khusus Badan Reserse Kriminal Polri dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan penyelundupan sabu-sabu 239,785 kilogram dan 30 ribu butir ekstasi.

Jumpa pers terkait digagalkannya penyelundupan sabu-sabu 239,785 kilogram dan 30 ribu butir ekstasi, Senin (12/2/2018).

Penyelundupan barang haram dikendalikan oleh jaringan Malaysia-Jakarta. Bukan baru kali ini saja, jaringan internasional tersebut telah beberapa kali melancarkan aksi.

"Jaringan ini sudah enam kali mengirimkam sabu dari Malaysia ke Jakarta," ujar Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di Markas Polda Metro Jaya, Senin (12/2).

Dari enam kali pengiriman yang sudah dilakukan, tiga di antaranya lolos dari pantauan polisi. Jaringan yang dipimpin warga negara Malaysia bernama Lim Toh Hing alias Onglay ini, menyelundupkan sabu pertama kali pada 21 Oktober 2016.

Kala itu sabu dikirim ke Indonesia menggunakan importir PT LMAP, Bandung. Kontainer dikirim ke PT KLI kawasan Greenland International Industri Delta Mas, Bekasi. Lalu pada 30 Januari 2017, barang haram diselundupkan menggunakan importir PT PPS Jakarta, kontainer dikirim ke PT KLI Kawasan Green Land Industri Delta Mas, Bekasi. Kemudian 3 Maret 2017, sabu dikirim melalui importir yang berbeda yakni PT MGM Jakarya yang dikirim ke PT KLI Kawasan Green Land Industri Delta Mas, Bekasi. Kemudian 28 November 2017, jaringan ini menggunakan Importir PT JKA Jakarta (Undername), yang dikirim ke Gudang, Jalan Raya Jonggol KM 10, Bogor dan berhasil diungkap jajaran Polres Metro Jakarta Utara.

Selanjutnya pada 2 Januari 2018 sabu diselundupkan menggunakan importir PT UMS Jakarta, yang kontainernya dikirim ke tempat yang sama pada 28 November 2017, dan juga berhasil diungkap jajaran Polres Metro Jakarta Utara. Terakhir pada penyelundupan sabu berlangsung 7 Februari 2018, yang menggunakan importir PT UMS Jakarta, yang dikirim ke Komplek Pergudangan Harapan Dadap Jaya No. 36 Gudang E 12 Kosambi, Tangerang dan berhasil diungkap oleh tim Satgas Khusus Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya.

Dari seluruh pengiriman yang dilakukan, barang bukti yang disita yaitu sabu 241,783 kilogram dan 30 ribu butir ekstasi serta tiga kontainer yang masih dalam penyelidikan.

"Jadi dari Oktober 2016 sudah mulai main, kemudian pada 28 November 2017 berhasil diungkap oleh Polres Metro Jakarta Utara, tetapi ini tidak terlalu banyak (narkobanya), ini sudah masuk nanti dikirim ke pengedar-pengedar," tandas Tito.kik

 

Berita Kriminal Lainnya