Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Penyerang Gereja di Sleman

Pernah Berniat ke Suriah

JAKARTA (Realita) - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut Suliyono (23), pelaku penyerangan di Gereja Santa Lidwina Stasi Bedog Paroki Kumetiran, Sleman, Yogyakarta, diduga penganut paham radikal.

Suliyono saat menteror gereja di Sleman, Minggu (11/2/2018).

Tersangka pernah berniat ke Suriah guna terlibat perang di sana. 

"Yang bersangkutan, informasinya pernah membuat paspor untuk berangkat ke Suriah, tapi tidak berhasil," ujar Tito di Markas Polda Metro Jaya, Senin (12/2).

Karena gagal, imbuh Tito, Suliyono melakukan amaliah atau perang atas nama agama di dalam negeri. Ia lalu menyerang pihak-pihak yang dinilai sebagai musuh di Tanah Air. 

"Akhirnya dia melakukan amaliah untuk menyerang dalam 'kafir' versi dia. Oleh karena itu, kita lihat yang bersangkutan sangat mendekati bahwa yang bersangkutan sosok yang radikal," kata dia.

Di samping itu, Suliyono juga pernah tinggal di Poso Sulawesi Tenggara, kawasan yang terpetakan Polri sebagai basis kelompok radikal. 

Lebih lanjut, menurut Tito, berbagai upaya dilakukan pihaknya guna mengungkap kasus secara terang-benderang. Mulai dari menerjunkan tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror, hingga melibatkan satuan intelijen pihak lain. 

"Densus 88 sudah turun ke sana, jajaran intel dari Mabes Polri bekerjasama (dengan) Polda DIY untuk mendalami siapa saudara Suliyono ini," tandasnya. 

Penyerangan terhadap jemaat dan romo Gereja Santa Lidwina Stasi Bedog Paroki Kumetiran, Sleman, Yogyakarta, berlangsung saat ibadah misa digelar, Minggu (11/2). Akibatnya tiga orang jadi korban luka-luka akibat sabetan senjata tajam yang dibawa pelaku. Tersangka yang belakangan diketahui bernama Suliyono, berhasil dilumpuhkan tanpa kehilangan nyawanya. Hingga kini polisi masih mendalami apakah pelaku memiliki jaringan atau bekerja secara individu.kik

 

Berita Kriminal Lainnya