Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Pesan Keberagaman Pidato

Jokowi dan Megawati

JAKARTA (Realita) - Pesan pentingnya mengelola keberagaman muncul dalam peringatan Konferensi Asia Afrika di Istana Negara, Selasa, 18 April 2017.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan politisi PDIP Megawati

Peringatan KAA itu dihadiri juga oleh wakil-wakil dari negara tetangga.

Ada hawa kegelisahan yang melanda selama kunjungannya ke negara-negara di kawasan Eropa, Amerika, Asia dan Timur Tengah. Kegelisahan itu berkaitan dengan ketakutan akan ancaman terorisme, ekstremisme dan radikalisme. Negara-negara tersebut kini dikatakannya tengah mencari referensi nilai-nilai dalam mengelola keberagaman.

Itu disampaikan Presiden Joko Widodo dalam peringatan KAA di Istana Negara, Selasa, 18 April 2017.

"Karena itu, Indonesia menjadi referensi. Kalau dulu Indonesia menjadi salah satu inisiator KAA, inspirator negara terjajah untuk merdeka. Sekarang Indonesia menjadi rujukan dalam mengelola keberagaman suku, agama, ras dan antar golongan," tuturnya saat berpidato.

Dia menambahkan, sudah kodratnya Indonesia adalah mengelola keberagaman dan kemajemukan. Pasalnya, Indonesia memiliki 714 lebih suku. Data BPS malah menyebutkan, Indonesia sebenarnya memiliki 1.340 suku.

"Dan kepada seluruh rakyat Indonesia, saya ingin berpesan, jangan mudah tergoda dengan isu-isu SARA yang memperlemah bangsa dan negara kita. Dan jangan takut melawan tindakan intoleransi dan kekerasan atas nama apapun. Mari terus perkuat komitmen bersama kita dalam menjaga dan merawat potret kebangsaan Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika," ujarnya.

Pidato Soekarno

Hadir juga dalam peringatan itu Presiden Ke-5 RI yang sekarang menjabat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Megawati sempat memberikan pidato sebelum Presiden Joko Widodo maju ke panggung.

Dalam pidatonya, Megawati merujuk kepada pernyataan ayahnya, Presiden Soekarno, mengenai keberagaman negara-negara anggota KAA dalam hal agama, paham politik, dan ekonomi. Tidak ada yang salah dalam perbedaan-perbedaan tersebut selama ada persatuan dan cita-cita yang mengikatnya.

"KAA adalah suatu badan yang berpendirian luas dan toleran, yang berusaha memberi kesan kepada dunia bahwa semua orang dan semua negeri berhak mempunyai tempat berdiri-sendiri di kolong langit ini," kata Megawati saat berpidato.

Menurutnya, awal berdirinya KAA bukan dimaksudkan untuk menentang blok lain, bukan pula mengakomodir agama tertentu, maupun ras tertentu. KAA pada awal berdirinya bukan perkumpulan yang menyendiri dan tertutup.

Dia menambahkan, negara-negara di Asia Afrika sendiri menjadi tempat bertumbuhkembangnya berbagai agama, keyakinan, dan kepercayaan. Pertumbuhannya lebih banyak dibandingkan negara-negara di kawasan lainnya. Agama, keyakinan dan kepercayaan itu hendaknya dikelola dengan prinsip "hidup dan membiarkan hidup".

Prinsip itu juga dia katakan dengan mengutip ucapan ayahnya. Menurut Megawati, Soekarno sering berujar bahwa bila seseorang ingin hidup. Maka dia juga harus diperkenankan kepada orang banyak-siapapun ia-untuk juga bisa hidup.

"Kami bersikap saling mengutamakan toleransi antara satu sama lain. Bhinneka Tunggal Ika, persatuan dalam keragaman," kata Megawati.pr/ibn


 

Berita Politik Lainnya