Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Pesta Cukrik 3 Hari,

4 Pria Wonokusumo Modar

SURABAYA (Realita)-Empat warga Wonokusumo Surabaya akhirnya tewas setelah menggelar pesta miras selama tiga hari di sebuah warung di Jalan Wonokusumo, Semampir. Korban tewas adalah Wawan (35), warga Wonosari; Tamim (26), warga Kalianak; Tinggal (35), warga Wonokusumo; dan M.

Cukrik bisa didapati di mana- mana.

Ramadhani (40), warga Wonokusumo Kidul, Surabaya. "Jadi sebelum mereka meninggal, mereka sempat minum-minum setelah tiga hari berturut-turut. Sayangnya, keluarga korban tidak ada yang melapor ke polisi," terang Kanit Reskrim Polsek Semampir AKP Junaedi, Kamis (16/9). Akibat tewasnya mereka, AKP Junaedi menduga lantaran karena miras jenis cukrik. ‎Namun kasus ini, lanjutnya, justru baru diketahui polisi setelah keempat korban sudah tewas. Dari hasil keterangan para saksi, sebenarnya ada pada Sabtu kemarin, ada sekitar 10 orang berpesta miras jenis cukrik di sebuah warung kopi di Jalan Wonokusumo 41. Pesta tersebut dilakukan sejak Sabtu sampai hari Senin. "Kita tidak tahu sudah berapa botol yang dihabiskan. Yang jelas agenda minum itu berlangsung selama 3 hari. Berhenti beberapa kali saat mereka pulang dan kembali lagi melanjutkan minum," terangnya. Namun, ketika Senin malam, korban pertama, Wawan, jatuh sakit hingga keluarganya membawanya ke Rumah Sakit di Karang Tembok. Dari situ Wawan dirujuk ke RS dr. Soewandhi, namun nyawanya tidak tertolong. Kemudian disusul Tamim yang juga meninggal dunia. Korban ketiga yakni Tinggal diketahui tewas pada pagi hari ini. Dan pada siang hari ini sekitar pukul 14.00 WIB, giliran Ramadhani yang tubuhnya tak kuat menahan sakit akibat miras hingga tewas. Kini yang dilakukan polisi adalah, menunggu hasil otopsi termasuk mencari barang bukti.ris

 

Berita Kriminal Lainnya