Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
PN Jaksel Diminta Batalkan Putusan BANI

Soal Pengembangan PLTP Dieng dan Patuha

JAKARTA (Realita) - PT Bumigas Energi meminta Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) membatalkan putusan Badan Abritase Nasional Indonesia (BANI), soal perjanjian pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng dan Patuha, tertanggal 1 Februari 2005.

Bada Arbitrasi Nasional Indonesia (BANI).

Pernyataan ini disampaikan kuasa hukum Bumigas, Defrizal Djamaris, dalam sidang lanjutan kasus perdata, Selasa (7/8).

Menurut Defrizal, selain mengacu Pasal 70 Undang-undang (UU) Arbitrase, adanya kejanggalan dalam putusan BANI menjadi dalih permintaan pembatalan.

"Karena putusan diambil dari hasil tipu muslihat yang dilakukan oleh salah satu pihak dalam pemeriksaan sengketa," ujar Defrizal, Selasa (7/8).

Dia menjelaskan, putusan BANI Nomor 922/2018 dapat dibatalkan pengadilan negeri dengan alasan-alasan sebagaimana diatur dalam Pasal 70 UU Arbitrase. Misalnya, dalam penjelasan umum alinea ke sebelas, yang memuat frasa "antara lain".

Frasa tersebut, kata dia, juga ada dalam paragraf ke-18, yang mengandung arti bahwa UU Arbitrase tidak secara limitatif, akan tetapi bersifat terbuka.

Selain UU Arbitrase, putusan BANI juga dianggap melanggar ketentuan dan hukum perdata yang berlaku, sehingga bertentangan dengan ketertiban umum.

"Geo Dipa berupaya memperdaya Majelis Arbritase dengan mengaburkan atau memanipulasi fakta dengan mengingkari pengakuan," jelas Defrizal.

Majelis hakim yang dipimpin Florensia dan anggota Maria Taat serta Kris Nugroho, menyatakan sidang akan diputus dalam waktu 30 hari. Sidang selanjutnya mengagendakan jawaban dari Geo Dipa dan BANI, Kamis (9/8). Hakim juga meminta Bumigas menyertakan bukti tertulis.kik

 

Berita Hukum Lainnya