Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Manajer Marketing: Yudi Gunawan. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Polairud

Ultah ke-68

JAKARTA (Realita) - Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) merayakan hari ulang tahun yang ke 68 tahun.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat meresmikan armada Korpolairud yang baru.

Perayaan ulang tahun ke 68 itu dirayakan di Mako Barhakam Polairud, yang berada di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Senin (3/12).

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, kedepannya korps Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) itu, diharapkan lebih mendekatkan pelayanan secara humanis kepada para nelayan. Sebab, tugas polisi air dan udara kata Tito, juga memberikan edukasi dan pendekatan secara humanis kepada para nelayan. Bahkan, Polairud, tak hanya menangkap para nelayan yang mencuri ikan saja.

Tak hanya itu saja, orang nomor satu di korps Bhayangkara ini juga, menyoroti beberapa oknum anak buahnya, yang melakukan pemerasan terhadap para nelayan yang melakukan mencuri ikan tersebut.

"Saya contohkan tadi masalah nelayan, jangan hanya asal tangkap nelayan, tapi bantu beri solusi kepada mereka. Jangan asal tangkap kemudian nanti diperas lagi. Itu yang seperti itu akan saya tindak keras," kata Jenderal Tito Karnavian, di markas Korps Polairud, pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Senin (3/12).

Bahkan, jenderal bintang empat ini, tak ingin pekerjaan yang menjadi satu-satunya sumber matapencaharian nelayan itu, tersendat lantaran adanya regulasi yang ada.

Sehingga mantan kepala BNPT ini juga menginginkan, agar perlindungan dan edukasi terhadap para nelayan itu, harus melibatkan sejumlah kementerian trkait salah satunya adalah Kementerin Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Untuk kepada nelayan-nelayan yang memang mereka mencari makan untuk keluarganya kemudian mungkin terhambat perizinan segala macam kasih toleransi lah. Kita percepat bantu perizinannya dan lain-lain. Koordinasi dengan pihak terkait," tambahnya.

Lebih lanjut, mantan Kapolda Metro Jaya itu dengan  tegas mengatakan, pihaknya tak akan memberikan toleransi serta bertindak dengan tegas, terhadap para nelayan yang menggunakan bom dan racun kimia dalam menangkap ikan, sebagai mata pencahariannya itu.

Lantaran, Bom dan racun kimia sebut Tito, adalah merusak ekosistem. Sehingga, pihaknya tak segan-segan bertindak dan tak memberikan toleransi atas perbuatan oknum para nelayan tersebut.

"Kalau bom ikan nggak ada solusi, tangkep itu. Karena merusak terumbu karang yang menjadi tempat pijakan berkembangnya ikan. Kemudian menggunakan racun bahan kimia itu merusak, tangkap nggak ada toleransi, " tutupnya.goms

 

Berita Nasional Lainnya