Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Polisi Ciduk Dukun yang

Cabuli Pasien Biar Enteng Jodoh

JAKARTA (Realita) - Mengaku dukun yang mampu mengusir makhluk halus, pria bernama Dwi Agus Purwanto (40) dibekuk polisi dari Polres Metro Jakarta Selatan.

Dwi Agus Purwanto saat dibekuk polisi.

Pasalnya, dengan pengakuan itu Dwi mencabuli pasiennya. Setidaknya tiga perempuan yang mengaku telah menjadi korban aksi bejat pelaku. 

"Korban bukan hanya satu melainkan tiga orang yakni berinisial HD, SB juga NA," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi Bismo Teguh, Selasa (13/2).

Mulanya, para korban meminta bantuan Dwi dicarikan solusi permasalahannya. Mereka mengaku belum mendapat jodoh, sehingga minta diberikan pasangan. Dwi yang memenuhi permintaan korban, kemudian melakukan penerawangan yang merupakan akal-akalan. 

Hasil penerawangan, menyebut jika korban tak memperoleh pasangan lantaran diganggu makhluk gaib. Tubuh mereka dikatakan Dwi dihinggapi genderuwo.

"Pelaku menyampaikan, untuk menghilangkan makhluk gaib tersebut supaya tidak terkunci jodohnya ataupun terkunci masa depannya, harus dilakukan terapi ataupun suatu bentuk upacara tertentu," kata Bismo. 

Ritual lalu dilaksanakan. Kala aksi tersebut berlangsung, Dwi mengutarakan kepada korban bahwa mereka harus melakukan persetubuhan dengannya sebagai rangkaian ritual. 

Tindakan itu wajib dilaksanakan pada tengah malam di lokasi yang telah ditentukan, yang belakangan diketahui merupakan rumah Dwi di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Bahkan, persetubuhan yang diminta pelaku harus dilakukan beberapa kali sampai makhluk gaib keluar dari dalam diri korban. 

"Terapinya itu persetubuhan yang dilakukan, tidak ada jalan lain selain jalan tersebut kata pelaku. Saat korban menolak, pelaku mengatakan bahwa tidak perlu khawatir karena nanti alat kemaluan korban akan rapet lagi," papar Bismo.

Namun, usai beberapa kali berhubungan badan, para korban tak juga meraih jodohnya. Merasa ditipu, mereka lalu melapor ke polisi, hingga akhirnya Dwi diringkus pada Minggu (11/2) di kediamannya.

"Pelaku kita jerat Pasal 285 KUHP tentang kejahatan terhadap kesopanan atau pemerkosaan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," tandas Bismo.kik

 

Berita Kriminal Lainnya