Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Polisi Tetapkan lagi Dua

Tersangka Bentrokan Bonek vs PSHT

SURABAYA (Realita) - Setelah kemarin (5/6) menetapkan dua orang tersangka atas kasus bentrokan suporter Persebaya dan pendekar dari anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang terjadi pada Minggu dini hari (1/10) di Jalan Raya Balongsari, Surabaya.

Jumat (6/10), Polrestabes Surabaya kembali menetapkan tersangka baru lagi dalam kasus meninggalnya dua pesilat akibat bentrokan tersebut.

Dua tersangka baru kasus bentrokan Bonek dan PSHT saat dipemerkan depan wartawan, Jumat (6/10).

Kali ini, dua orang ditetapkan sebagai tersangka.

Dengan ditetapkannya dua tersangka lagi ini, berarti polisi sudah menetapkan empat tersangka dalam kasus tersebut. Sebelumnya polisi menetapkan dua tersangka yakni M Jafar (24), warga Jalan Pogot dan M Tiyok (19), warga Balongsari, Surabaya.

Keduanya merupakan pelaku yang memukuli dua korban, Eko Ristanto dan M Anis, hingga meninggal. Sedangkan kedua tersangka barunya adalah Jhenerly Simanjutak (38), warga Jalan Kalisari dan Slamet Sunardi (20), warga Jalan Tubanan Baru Surabaya.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka karena telah menyebarkan ujaran kebencian dan melakukan penghasutan melalui media sosial (facebook). Perbuatan mereka dianggap telah memprovokasi yang lain sehingga berujung pada meninggalnya dua orang.

"Kami menemukan bukti kedua tersangka telah melakukan ujaran kebencian dan penghasutan di media sosial milik mereka," ujar Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Leonard M. Sinambela kepada wartawan, Jumat (6/10).

Leonard mengatakan, bahwa di media sosial, Jhenerly menggunakan nama akun Jonerly Simanjutak. Sementara Slamet menggunakan nama akun Ardi Carrera.

Di akun facebook-nya, Slamet mengunggah gambar logo X berbackground hitam dengan tulisan di atasnya yakni 'Balongsari garis keras. Bonek Vs SH. 01.00 Wib. Gk ada kta pendekar saat bonek bersatu'.

"Status itu ditulis pada Sabtu (30/9) sekitar pukul 21.30 Wib. Status itu ditulis di HP tersangka setelah mendengar teman-temannya sesama suporter dipukuli pesilat di Tambak Oso Wilangon," jelasnya.

Sementara Jhenerly menulis status bernada provokasi pada hari yang sama sekitar pukul 23.00 Wib. Jhenerly juga menulis status dengan alasan yang sama seperti alasan Slamet.

Status Jhenerly adalah, 'Lek koen rumongso bonek. Lek koen rumongso loro ati ndelok dulur2mu digepuki karo pendekar2 PSHT mau. Ayo nglumpuk ng pom bensin Balongsari saiki. Tak enteni dulur, gak usah ngenteni bales maneh. #Salam Satoe Nyali'.

"Salah satunya dari status itulah maka massa akhirnya berkumpul dan terjadilah peristiwa itu," lanjut alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 2000 itu.

Pada Minggu (1/10) sekitar pukul 03.30 Wib, Slamet menuliskan komentar di akun facebook-nya. Komentar itu menanggapi komentar-komentar lain. Komentar Slamet antara lain 'Bonek cak bati aku Bk Japar'. Ada balasan komentar dari teman Slamet yang lain. Balasan itu tertulis 'Adoo, jik urip iku, dibacok kan enak'.

"Kami masih terus mengembangkan kasus ini. Kami fokus untuk memburu pelaku lain yang melakukan pengeroyokan yang menyebabkan dua korban meninggal," tandas mantan Wakasat Reskoba Polrestabes Surabaya itu.

Seperti diberitakan, bentrokan massa Bonek dengan sejumlah anggota PSHT terjadi saat kedua kubu berpapasan di Jalan Tambak Osowilangon Surabaya, usai pertandingan laga kandang Persebaya melawan Persigo Semeru FC Lumajang pada Sabtu malam (30/9) sekitar pukul 23.30 Wib.

Pada saat itu, sebenarnya polisi telah berhasil membubarkan bentrokan. Namun polisi gagal mengantisipasi massa bonek yang melakukan penghadangan di Jalan Raya Balongsari, yang kemudian membakar satu unit sepeda motor hingga dua orang menjadi korban meninggal dunia dari kubu PSHT.

Dua korban yang tewas itu teridentifikasi bernama Eko Ristanto (25), warga Tlogorejo, Kepuh Baru, Bojonegoro, serta Mohammad Anis (20), warga Simorejosari, Bojonegoro.

Seketika usai kejadian, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Bukti-bukti dari hasil olah tempat kejadian perkara itu telah dikumpulkan sebagai bahan untuk melakukan penyelidikan.

Dua korban yang meninggal dunia juga telah diotopsi di RSUD dr.Soetomo Surabaya, dan sejak Minggu malam (30/9) telah dikembalikan ke pihak keluarganya untuk dikebumikan di daerah asalnya masing-masing.zain

 

Berita Kriminal Lainnya