Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Polisi yang Menangkap Bersaksi,

Dua Pengedar Pasrah

SURABAYA (Realita) - Dua pengedar narkoba jaringan Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Porong di Sidoarjo, Danang Krisna Maryuda (21) dan Achmad Nizarudin (28), kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (18/5).

Danang dan Achmad (kiri) didampingi penasehat hukum mereka di PN Surabaya, Kamis (18/5).

 Agenda sidang kali ini,  pemeriksaan saksi dari kepolisian Polrestabes.

Dua saksi penangkap dari Polrestabes Surabaya didatangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso. Dua saksi tersebut adalah Perdana Kusuma dan Edy. Dua saksi ini diperiksa secara terpisah di hadapan majelis hakim yang diketuai Jan Manopo.

Saksi Perdana Kusuma dan Edy menerangkan tak jauh beda. Keduanya bersama tim menangkap kedua terdakwa pada 22 Desember 2017 sekitar pukul 02.00 Wib dinihari di Pasar Keputran Surabaya.

"Saat ditangkap keduanya sedang berboncengan sepeda motor, dan kita lakukan penggeledahan. Kita dapatkan di saku kanan Terdakwa Nizar," ujar saksi Perdana, Kamis (18/5/2017).

Setelah melakukan penggeledahan, setengah jam kemudian saksi bersama tim mengembangkan ke rumah Terdakwa yang ada di Kedinding Surabaya. Sesampai di rumah Terdakwa Nizar, petugas ditinjukkan sebuah kamar kosong dimana terdakwa menyimpan barang haram tersebut.

" Di rumah terdakwa Nizar ada dua kamar, yang satu ditempati isteri dan anak terdakwa sedangkan satunya tempat untuk menyimpan barang tersebut," tambah saksi Deny.

Dari penggeledahan yang dilakukan petugas di rumah Nizar itulah, petugas berhasil menyita 4.600 pil ekstasi dan juga sabu empat poket seberat 0,5 gram.

"Setelah kita introgasi, terdakwa mengakui bahwa barang tersebut didapat dari Deny Wijaya yakni salah satu tahanan di Lapas Sidoarjo," ujar saksi Deny. Atas keterangan kedua saksi, kedua terdakwa tidak menyangkal dan membenarkan semua keterangan saksi.

Perlu diketahui, dua terdakwa kurir yang membawa narkotika jenis ekstasi sebanyak 4.600 butir pil dengan logo C di Pasar Keputran, daerah Kedinding, Surabaya ini adalag warga Kenjeran Surabaya (Danang) dan Ahmad Nizar (28) pegawai aliuh daya pembibitan, warga Kedinding Surabaya.

Atas perbuatannya, terdakwa dijerat, Pasal 115 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Subs Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35/2009 tentang narkoba dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara dan atau hukuman seumur hidup.ys

 

Berita Hukum Lainnya